Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts
Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts

Ini Kisah Perempuan Gaza Cari Nafkah Menjadi Pandai Besi


Kehidupan ekonomi makin keras. Makin banyak wanita Gaza yang bekerja apa saja demi mencari nafkah.

Sebuah tenda berdiri 3 km dari Pelabuhan Gaza.  Ayesha Ibrahim (37 tahun) dan anak perempuannya  (15 tahun) bekerja bergantian memukul-mukul besi dengan palu yang berat. Ini merupakan cara Ayesha Ibrahim memberi nafkah bagi tujuh anaknya yakni dengan menjadi pandai besi.

Sejak 20 tahun lalu ia dan suaminya sering mencari logam di jalan-jalan, rumah yang hancur. Dari logam yang terkumpul itu ia membuat  kapak, pisau, parut, jangkar dan barang-barang lain yang mereka jual di pasar.

Membutuhkan waktu selama tiga hari untuk membuat satu barang. Membentuk besi menjadi barang butuh kesabaran dan waktu.  Satu barang biasanya dijual enam shekel  (1,60 dolar AS) di pasar. Mereka mendapatkan uang antara  10 sampain 20 shekel per hari.

Api memercik ke udara saat Ibrahim membakar besinya. Tangannya melepuh dan punggungnya sakit apalagia ia sedang hamil delapan bulan. Ini pekerjaan yang sangat berat.

Suatu ketika suaminya terluka akibat  kejatuhan150 kg besi di tangannya. “Saat itu malam yang mengerikan, kami tak bisa memanggil ambulans untung ada seorang laki-laki yang baik yang mau mengantarkan suami saya ke rumah sakit. Rumah sakit takut lukanya bisa infeksi dan meminta menginap namun karena tak ada uang, suami saya memilih pulang,” katanya seperti dilansir Aljazirah, Selasa, (8/3).

Ini adalah perjuangan berat untuk bisa menyediakan makanan di meja makan. Meski separuh populasi di Gaza bergantung pasa bantuan makanan dari PBB namun keluarga Ibrahim tak bisa menunjukkan kalau mereka pengungsi sehingga tak bisa mendapat bantuan.

Keluarga Ibrahim hidup dari pinjaman. Namun pemilik apartemen mereka membiarkan mereka tinggal dengan gratis. Memiliki rumah mereka sendiri tetap merupakan impian yang jauh.

“Kondisi kami sangat keras. Tapi saya tak punya pilihan kecuali bekerja untuk anak-anak saya dan saya tak ingin mereka seperti saya. Saya ingin mereka punya masa depan yang lebih baik,” katanya.[eramuslim]

Read More »

Menpora Malaysia Keren! Ancam Mundur dari AFF Demi Bela Muslim Rohingya


Timnas Malaysia mengancam mundur dari perhelatan ASEAN Football Federation (AFF) Cup 2016 yang digelar di Filipina dan Myanmar. Ancaman itu dilakukan sebagai bentuk empati Malaysia atas pembantaian muslim Rohingya.

Ancaman boikot tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin seperti dikutip Malaymailonline, Rabu (23/11/2016).

Keseriusan Khairy terbukti ketika dia membawa isu boikot tersebut dalam sidang kabinet Malaysia yang digelar minggu ini. "Saya sudah menyampaikan isu itu pada sidang kabinet kemarin dan saya teguh atas keputusan itu," kata Khairy dalam akun Twitternya.

Pernyataan Khairy merujuk kepada permintaan mufti dari Perlis bernama Datuk Dr Mohd Asri Zainul Abidin yang meminta Timnas Malaysia memboikot AFF 2016 Myanmar sebagai pembelaan atas muslim Rohingya.

"Apa artinya olahraga tanpa kemanusiaan. Lebih dari itu, ini adalah bentuk kekejaman yang ekstrim terhadap salah satu kelompok etnis manusia yang beragama muslim," papar Khairy. "Kami berharap pemerintah tegas dalam permasalahan ini," harapnya.

Saat ini Timnas Malaysia memimpin di grup B Piala AFF 2016 setelah mengandaskan perlawanan Kamboja 3-2 di pertandingan pertama.

Aksi boikot itu sebagai bentuk protes atas perilaku tidak manusiawi aparat Myanmar yang sudah membunuh dan melecehkan anak-anak dan wanita, serta membakar mereka hidup-hidup.


Pemerintah Myanmar menganggap etnis Rohingya bukanlah bagian dari bangsa mereka karena negara yang menganut mayoritas ajaran Budha itu menganggap Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

Gimana dengan sikap Indonesia untuk muslim Rohingya? Apa kabar Pak Presiden Jokowi? Apa kabar Pak Menpora Imam Nahrawi?

Sumber: RN


Read More »

Romo Syafii ke Kapolri : Berhenti Memfitnah Umat Islam dan Putarbalikan Fakta

Romo Syafii ke Kapolri : Berhenti Memfitnah Umat Islam dan Putarbalikan Fakta

Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Syafi'i menilai, tindakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian seperti teroris karena menakuti-nakuti rakyat dengan adanya potensi makar pada Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 mendatang.

Menurutnya, Tito Karnavian masuk dalam tipe teroris yang dilakukan negara sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Padahal, kata Syafi'i, tuntutan peserta demonstrasi meminta Ahok ditahan sesuai aturan penegakan hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini berkaca dari kasus Lia Aminuddin dan Arswendo yang pada saat itu langsung ditahan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, karena melanggar Pasal 156a KUHP terkait penodaan agama.

Maka itu, anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini menduga Kapolri Tito Karnavian sedang memutarbalikan fakta terkait aksi 212, guna bisa melakukan tindakan represif kepada peserta aksi dengan potensi makar.

"Ucapan Kapolri itu menimbulkan ketakutan, itu sama saja seperti teroris. Padahal yang demo itu hanya minta hukum ditegakkan. Berhenti memfitnah umat Islam, dan berhenti memutarbalikan fakta," kata Syafi'i, Selasa (22/11/2016).

Lebih jauh, pria yang akrab dipanggil Romo itu meminta Tito Karnavian untuk mundur sebagai Kapolri bila tidak bisa menangani demo 212 secara persuasif dan manusiawi. Sebab, ia melihat Tito Karnavian sedang mencari jalan pintas untuk mengesahkan menembaki rakyat karena dianggap melakukan potensi makar.
"Kalau tidak bisa kedepankan sikap manusiawi, HAM dan hukum lebih baik berhenti saja jadi Kapolri. Jangan justru ambil jalan pintas untuk mengesahkan menembaki rakyat dengan peluru tajam," tukasnya.

"Menakuti-nakuti teror dengan makar yang padahal itu merupakan hak konstitusi seseorang. Ini sinyalemen agar dilapangan Polisi bisa bertindak represif kepada rakyat," paparnya.

Sementara itu, Syafi'i pun mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian bisa menjelaskan ke publik perihal demo 411 didepan Istana Negara. Dimana, pada saat itu instruksi Kapolri Tito Karnavian tidak digubris oleh anak buahnya untuk menghentikan tembakan gas air mata ke arah demonstran yang jumlahnya jutaan orang.

"Selama ini sudah berapa orang diperiksa, dan komandan yang dipanggil. Siapa dalang yang memerintahkan tembakan itu. Ini kan sama saja seperti drama politik. Harusnya Kapolri itu sikapnya profesional, kuat, dan sabar. Bukan justru cari kambing hitam dengan isu kuno (makar)," pungkasnya.
[suara-islam]
Read More »

PM Turki: Serangan Isreal ke Gaza Tidak Bisa Diterima, Normalisasi Tidak Bisa Cegah Turki Membela Palestina


[beritanews33.blogspot.com] ANKARA - Perdana Menteri Turki Binali Yildirim bereaksi terhadap serangan roket Israel di Jalur Gaza Palestina, Minggu (21/8).

Dalam konferensi pers setelah pertemuan Dewan Menteri di Ankara, Senin, Yildirim mengatakan: "Kami ingin jelas menyatakan bahwa serangan ini terhadap warga sipil tidak bisa diterima."

"Normalisasi hubungan kami dengan Israel tidak akan pernah mencegah, menghentikan sikap kami berdiri membela Palestina dan aksi bersama kami dengan mereka," tambah Yildirim seperti diberitakan kantor berita Turki Anadolu Agency.


Pesawat-pesawat penjajah Zionis pada Ahad (21/8) malam melancarkan 60 serangan udara ke Bet Hanun, wilayah utara Jalur Gaza. Serangan ini dilakukan bersamaan dengan tempuran artileri ke wilayah tersebut. Seorang terluka dan tiga orang bocah mengalami kepanikan dan ketakutan.

Jurubicara Kementrian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, Asyraf Qudrah, mengatakan bahwa seorang remaja berusia 17 tahun terluka di kakinya dan tiga orang bocah mengalami ketakutan akibat gempuran sengit dari pasukan penjajah Zionis ke utara Jalur Gaza.

Sementara itu Kementrian Keamanan Dalam Negeri Palestina di Jalur Gaza menegaskan kesiapan pasukan keamanan dan polisi untuk menghadapi situasi ini dan siap memberikan bantuan kepada warga di tengah-tengah serangan Zionis ini.

Jurubicara Kementrian Keamanan Dalam Negeri di Jalur Gaza, Iyad Elbazam, mengatakan bahwa agresi ini menyerang sejumlah fasilitas dan lahan warga dan menyebabkan kerugian besar pada infrastruktur di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Serangan mulai dilancarkan pesawat tempur Zionis F16 pada Ahad malam ke lahan daerah sekitar Bet Hanun. Disusul dengan sedikitnya serangan roket artileri ke daerah al Burah dan Syarab di timur kota dan timur Bet Lahiya.

Di sisi lain, sumber keamanan penjajah Zionis mengklaim bahwa sebuah roket Palestina jatuh di permukiman Yahudi Sedirot di utara Jalur Gaza. Sumber Zionis menyebutkan, roket tersebut jatuh di antara dua rumah di permukiman Yahudi namun tidak menimbulkan korban jiwa atau kerugian materi. Militer Zionis mengklaim bahwa roket tersebut ditembakkan dari desa Bet Hanun di utara Jalur Gaza.


Read More »

Syiah Pendukung Assad Tuduh Foto Palsu, Inilah Kesaksian Fotografer yang Mengabadikan Omran


[beritanews33.blogspot.com] ALEPPO - Munculnya foto dan video evakuasi Omran Daqneesh, bocah Aleppo, telah memancing perhatian jutaan masyarakat dunia. Banyak yang bersimpati, tetapi ada pula (terutama dari kalangan Syiah pendukung Assad) yang menyebut foto itu palsu.

Mereka tak terima, ketika dunia menjadikan potret Omran sebagai SIMBOL KEBIADABAN REZIM ASSAD.


Mahmoud Rislan, fotografer yang mengabadikan momen tersebut memberikan kesaksiannya.

Mahmoud Rislan berhasil merekam proses penyelamatan Omran dari reruntuhan gedung setelah serangan jet tempur di Aleppo, Suriah. Foto dan videonya kemudian tersebar dan mengundang perhatian dunia.

Berikut kesaksian Mahmoud Rislan terkait proses penyelamatan Omran yang dipublikasikan oleh The Syiria Campaign, Kamis (18/08).

“Aku berada hanya 300 meter dari lokasi ledakan. Lewat pukul 19.00 waktu setempat, setelah melakukan shalat kami mendengar suara dentuman. Aku pun bergegas (menuju lokasi) bersama tiga aktivis media lainnya.

Hal pertama yang mencuri pandaganku adalah tiga jenazah diatas tanah, yang sedang diangkut ke atas ambulans. Mereka adalah tetangga-tetangga keluarga Omran. Semua bangunan hancur, termasuk gedung setinggi enam lantai, kini hanya tinggal puing reruntuhan.

Kemuadian aku menoleh untuk melihat bangunan setengah hancur milik keluarga Omran. Para petugas evakuasi “The White Helmet” (petugas kemanusiaan helm putih) berusaha memanjat tangga dekat bangunan. Padahal tangga di rumah Omran itu telah rusak. Aku pun bergabung untuk ikut membantu.

Korban pertama yang berhasil diselamatkan adalah Omran. Aku pun bergegas mengambil kamera dan mulai merekam. Belakangan baru kuketahui bocah itu baru berusia empat tahun.

Sebenarnya, suasana terlalu gelap untuk merekam. Namun, aku berusaha membuntutinya dan terus merekam. White Helmet pun mengangkut bocah itu ke ambulans, lalu meletakkannya di atas kursi. Kameraku terus merekamnya. Hal itu kemudian membuatku sadar, bagaimana dalamnya rasa trauma yang dialami anak itu. Settingan kamera lalu ku ubah dari fitur video menjadi pengambil gambar.

Tak terasa perlahan-lahan air mataku menetes saat mengambil gambar. Itu bukanlah kali pertamanya aku menangis. Berkali-kali aku menangis saat merekam rasa trauma yang dialami anak-anak (Suriah). Aku selalu menangis. Kami sebagai pejuang kamera selalu menangis. Tadi malam semua orang turut menangis.


Omran yang hanya diam telah mengugah hatiku. Tidak sedikit pun tangisan keluar dari mulutnya. Dia tidak pula mengeluarkan sepatah kata pun. Keadaan shock masih menghantui dirinya.

Aku pun teringat dengan putriku yang baru berumur tujuh hari. Terbayang di benakku, kejadian ini bisa saja menimpa dirinya bahkan setiap anak yang hidup di Aleppo maupun di seluruh penjuru Suriah.

Kemudian evakuasi The White Helmet dilanjutkan untuk menyelamatkan anggota keluarga Omran. Kakak sulung Omran yang bernama Omar lantas memandangku dan mengatakan “tolong jangan direkam”. Aku pun menurukan kameraku dan membalasnya, "sungguh sayangku, aku tidak akan merekam".

Terima kasih wahai Rabb, semua anggota Omran dalam keadaan selamat. Ibunya mengalami cedera berat di kakinya. Ayahnya menderita cedera di kepalanya. Saudara perempuanya yang masih berusia 7 tahun telah melalui operasi bedah sore ini dan berjalan dengan lancar.

Hari ini, ketika aku bangun tidur. Kulihat, foto yang ku ambil tengah menjadi pembicaraan seluruh dunia.


Aku pun merenung dan berharap agar semua foto anak-anak dan serangan Suriah dapat menjadi viral di dunia, agar semua orang tahu apa yang sebenarnya terjadi disini. Sehingga memungkin Omran dan putriku Amal dapat hidup normal layaknya anak-anak di dunia."

Sumber: thesun.co.uk, Kiblat.net


Read More »

Pembunuhan Imam Masjid New York, Tak Ada Stempel "TERORIS" Karena Korban Umat Islam


[beritanews33.blogspot.com] NEW YORK - Seorang penembak tunggal membunuh imam masjid Al Furqan yang terletak di Ozone Park, Queens, New York, serta asistennya, Sabtu (13/8).

Maulama Akonjee (imam masjid Al Furqan) dan Thara Uddin (asistennya) ditembak ketika dalam perjalanan pulang dari sebuah masjid di Queens pada Sabtu di siang bolong. Pembunuhan dilakukan dengan sadis dengan menembak sang imam serta asistennya di bagian kepala dari jarak dekat.

Kedua korban mengenakan baju ghamis saat terjadi pembunuhan. Pelaku dengan tenang berlari meninggalkan tempat kejadian dan belum berhasil ditangkap saat berita ini dituliskan.

Jemaah masjid Al Furqan segera menyatakan bahwa dua pembunuhan ini adalah hate crime.

"Ini bukanlah Amerika yang sesungguhnya. Kami menyalahkan Donald Trump karena kejadian ini... Trump telah membuat drama yang menciptakan Islamophobia," kata jamaah masjid Al Furqan Khairul Islam mengecam pembunuhan tersebut.

Maulama Akonjee (55) adalah seorang ayah dari tiga anak ditunjuk sebagai Imam Masjid Al Furqan sejak tiba dari Bangladesh kurang dari dua tahun yang lalu. Sementara itu sang asisten Thara Uddin yang berusia 64 tahun meninggal empat jam setelah serangan tersebut.

Pelaku meninggalkan kedua korban berlumuran darah hanya satu blok dari Masjid Al Furqan. Kedua korban baru saja menunaikan salat Maghrib di masjid yang berlokasi di Ozone Park, Queens, New York.

Pakar Hukum Yusril Ihza Mahendra menyatakan pembunuhan imam masjid New York ini adalah tindakan teroris.

"Pembunuhan terhadap imam mesjid Queens NY adalah tindakan teror. Pelakunya layak disebut terorist," kata Yusril melalui akun twitternya.

"Umat Islam AS dan dunia Islam berduka atas kematian tidak wajar dari imam tsb. Kejahatan sadis ini harus diungkap FBI," lanjutnya.

"AS harus menjaga kebebasan beragama dan mencegah kampanye sentimen anti Muslim di sana," ujar kandidat gubernur DKI ini.

Polisi setempat masih mengklaim tidak mengetahui motif penembakan dan menyebut tidak ada indiksi penyerangan atas dasar agama mereka. Pelaku saat ini masih buron. Polisi tidak mengatakan proses pencarian pelaku.

Begitlah standar ganda Amrik. Kalau korban umat Islam maka disebut kriminal biasa dan media pun tidak heboh. Beda kalau pelaku dari umat Islam, maka detik itu juga disebut SERANGAN TERORIS dan Islam langsung yang disalahkan.

Coba kejadiannya dibalik, yang pakai gamis yang melakukan penembakan. Pasti cap TERORIS langsung disematkan detik itu juga tanpa perlu menunggu penyelidikan. Media-media langsung BREAKING NEWS dengan sangkut pautkan Islam. Dan detik itu juga seakan-akan 1,4 Miliar penduduk Islam di seluruh dunia sebagai pelakunya.


Read More »

Iklan di Bus San Francisco: Boycott Israel Sampai Palestina Punya Hak Sama


[beritanews33.blogspot.com] SAN FRANCISCO - Pada tanggal 9 Agustus, Seattle Mideast Awareness Campaign (SeaMAC) meluncurkan iklan baru di bus di San Francisco dengan slogan Boikot Israel Sampai Palestina Punya Hak Sama. Iklan bus akan berlangsung selama empat minggu.

Iklan bus baru SeaMAC ini juga mencakup slogan Stop Upaya Melarang Boikot dengan Membuat UU Anti-Boikot, dengan mencamtumkan daftar boikot sebelumnya (dimana pernah juga dilakukan), seperti boikot terhadap teh Inggris pada tahun 1773, bus terpisah di Montgomery pada tahun 1956, dan apartheid Afrika Selatan 1959-1994.

Aksi Boikot Israel (Boycott, Divestment and Sanctions/BDS) yang meluas di negara-negara Eropa dan AS membuat pihak pemerintah setempat berusaha menghentikannya dengan membuat peraturan pelarangan boikot.

"Gerakan Boycott, Divestment and Sanctions mendapatkan momentum," kata Carla Curio, anggota dewan relawan SeaMAC. "Pemerintah Israel cukup takut, mereka menghabiskan jutaan dolar untuk memfitnah gerakan (BDS) ini, berusaha keras untuk menggertak orang dari mengambil tindakan warga melawan apartheid dan kejahatan perang yang sedang berlangsung di Israel."

Iklan Boikot Israel  SeaMAC ini menggunakan istilah "apartheid" untuk merujuk tidak hanya ke Tepi Barat, di mana pemukim Yahudi Israel dan warga Palestina, baik di bawah yurisdiksi pemerintah Israel, hidup di bawah dua set terpisah dan tidak merata hukum; tetapi juga untuk ketidaksetaraan mencolok dalam Israel sendiri, di mana 1,5 juta warga Palestina tunduk pada lebih dari 50 undang-undang yang diskriminatif terhadap mereka. Istilah "apartheid" untuk memboikot Israel adalah mengambil model kampanye boikot terhadap apartheid yang pernah terjadi di Afrika Selatan.

Sumber: http://mondoweiss.net/2016/08/francisco-boycott-palestinians/


Read More »

"Boikot AS" Turki-Rusia Sepakat Tidak Menggunakan US Dollar Dalam Transaksi Perdagangan


[beritanews33.blogspot.com] Pertemuan antara Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa (9/8) di St. Petersburg menghasilkan kesepaktan Turki dan Rusia tidak menggunakan US Dollar dalam transaksi perdagangan antar kedua negara.

Dalam sambutannya Putin menekankan bahwa lira Turki dan rubel Rusia harus digunakan dalam perdagangan luar negeri antara Turki dan Rusia, mengurangi permintaan untuk dollar AS.
Sekembalinya dari Rusia, saat berbicara kepada sekelompok wartawan, Erdogan mengatakan Putin menarik perhatian khusus pada manfaat perdagangan yang dilakukan melalui penggunaan mata uang masing-masing negara. Dengan demikian, Erdogan menyatakan bahwa kedua negara Turki dan Rusia akan mendapat manfaat dari depresiasi dollar, mengurangi efek merusak seperti fluktuasi nilai tukar di pasar.

Meskipun penggunaan yang lebih sering antara lira dan rubel dalam perdagangan antara Turki dan Rusia telah dibahas beberapa kali tahun lalu, pertemuan tingkat tinggi pada hari Selasa membuka jalan untuk hasil yang lebih konkret. Mengenai ini, Erdogan menyatakan bahwa waktu untuk mengambil tindakan adalah sekarang, dengan inisiasi pembicaraan antar kementerian terkait dari kedua negara. Dia menambahkan bahwa ini sangat akan mungkin menjadi topik yang akan dibahas pada pertemuan Dewan Strategis tingkat tinggi pada akhir tahun ini.

Sebelumnya dalam kunjungannya ke China pada tahun 2015 sebelum terbang ke Indonesia Erdogan juga menyatakan hal serupa kepada para pemimpin China. Rusia juga setuju dengan China untuk melaksanakan perdagangan yang tidak mengandalkan pada dollar AS dan memberikan preferensi untuk mata uang nasional.

Penggunaan lira Turki dalam perdagangan luar negeri telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data yang dirilis oleh institut statistik Turki (TurkStat) pada hari Jumat, penggunaan lira dalam ekspor Turki melihat kenaikan 22 persen pada semester pertama tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, $ 3.700.000.000 dari total penjualan ekspor, yang bernilai $ 71.700.000.000, pada semester pertama tahun ini dilakukan melalui lira Turki.

Selain itu secara garis besar ekonomi Turki tercatat Cadangan Kas Negara Turki mencapai 125 Milyar dollar. Pengangguran dapat ditekan hingga di bawah 10%.

Sejak kemarin lira Turki rebound terhadap dolar AS di tengah pemulihan hubungan Turki, Rusia. Lira Turki rebound Rabu pagi, mencapai di bawah 3 TL per dolar. Sementara itu di Pasar Bursa Saham BIST-100 indeks ekuitas acuan lebih kuat dengan lebih dari seribu poin atau 1,5 persen akhir Senin, karena pawai jutaan rakyat Turki hari Minggu (7/8) tampaknya telah menandai kelahiran kembali Persatuan Turki.

Normalisasi hubungan Turki-Rusia ini membuat kekhawatiran pihak AS dan Uni Eropa. Kekuatan ekonomi dan militer Turki-Rusia dikhawatirkan akan menggeser AS-Uni Eropa.

Sumber: Daily Sabah, MEU


Read More »

Pokemon Go Mengabarkan Penderitaan Palestina Dibawah Penjajahan Israel


[beritanews33.blogspot.com] PALESTINA - Warga Palestina menggunakan game Pokemon Go yang sedang marak untuk menyoroti penderitaan mereka dalam menghadapi penjajahan Israel.

Permainan, yang dilarang di beberapa negara dan dikatakan melanggar keamanan nasional pada orang lain, telah beredar meskipun belum secara resmi dirilis di Timur Tengah.

Menggunakan aplikasi smartphone, orang-orang Palestina menyoroti kehidupan di bawah pendudukan militer Israel.

Salah satu pengguna men-tweet gambar Pikachu terbaring di antara puing-puing di sebuah reruntuhan bangunan di Gaza yang dihancurkan Israel pada tahun 2014 dengan memberi caption/keterangan "Pikahcu is dead".

Netizen lain mentweet gambar menunjukkan seekor Pokemon berada di balik Tembok Apartheid dengan caption "Apartheid Error" membawa maksud rakyat Palestina tidak dapat menangkap Pokemon tersebut karena disekat oleh tembok Apartheid yang memblokade Gaza.

Pengguna lain Twitter berkomentar bahwa Israel tidak membutuhkan permainan Pokemon Go karena mereka sudah "berburu orang Palestina untuk bersenang-senang".


Surat kabar Israel Haaretz melaporkan pekan lalu bahwa tentara Israel mengeluarkan peringatan kepada tentaranya, mengatakan kepada mereka untuk tidak menggunakan permainan di pangkalan militer, seperti itu adalah "sumber untuk mengumpulkan informasi."

Sumber: Middle East Monitor


Read More »

[DIBALIK 3 KUDETA] AROMA IBLIS MU MAKIN BUSUK !!!


Aroma Iblismu Makin Busuk !!!

Oleh: Ust. Farid Dhofir

(1) Dulu kau suruh PALESTINA menyelenggarakan pemilu. Setelah pemilu benar-benar diselenggarakan dengan jujur, transparan dan "sangat demokratis" dan dimenangkan secara mutlak oleh HAMAS (2006). Tiba-tiba kalian tolak hasil pemilu itu (Vanit Fair Ungkap Kudeta AS Terhadap Hamas). Kalian tidak mau mengakuinya. Kalian tuduh HAMAS sebagai teroris. Kalian blokade Gaza, ribuan penduduknya kalian bunuhi dan puluhan ribu lainnya kalian bui.

Iblis kalian!!!

(2) Dulu kalian mendorong agar demokrasi diberi ruang terbuka di MESIR. Kalian semangati rakyatnya untuk melawan Husni Mubarok yang tak lagi banyak berguna bagi kepentingan kalian. Setelah rakyat berdarah darah menjatuhkan presidennya dan selanjutnya diselenggarakan pemilu dengan jujur dan "sangat demokratis" dan dimenangkan oleh partainya kader-kader Ikhwanul Muslimin. Sejak itu kalian kecewa dan tidak rela. (2011, Ikhwanul Muslimin Menangi Pemilu Mesir)

Presiden DR. Muhammad Mursi -Al Hafidhz- siang dan malam kalian ganggu. Meski begitu beliau mampu mengembalikan keamanan negara, mengurangi jumlah pengangguran, meningkatkan devisa, meramaikan pariwisata dll..

Tiba-tiba kalian gerakkan orang-orang berhati busuk dan para pengkhianat untuk mengkudeta Sang Presiden, kalian penjarakan beliau, kalian gilas dengan tank para pemuda Mesir, kalian bakar hidup-hidup para pendukung keadilan. Kalian bombardir jamaah shalat shubuh..... Kau angkat boneka pengkhianat negara sebagai presiden Mesir.

Iblis kalian!!!

(3) Dulu rakyat TURKI sakit, miskin, terhina, terjajah oleh Sekularisme Kemalisme serta menjadi negara yang menjadi bahan olok-olok dan tidak masuk dalam percaturan apapun di muka bumi.

Kemudian mereka bangkit pelan tapi pasti. Erdogan menjadi menjadi walikota Istambul dan sukses mempercantik tatanan kota dan mensejahterakan penduduknya. Lalu Erdogan menjadi Perdana Mentri Turki dan sukses menata pemerintahannya serta menjadikan bangsanya berdaya.

Lalu Erdogan menjadi Presiden dan sukses mendekatkan Turki kepada Islam, menjadikan rakyatnya mencintai Islam, membuang Sekularisme yang telah menyusahkan, menjadikan bangsa Turki menjadi berdaya dan berdiri gagah membela Palestina serta umat Islam yang masih terjajah.

Selama itu kalian menyimpan niat jahat dan busuk untuk menggulingkan Erdogan dari kursinya.

Jumat, 15 Juli 2016, Kalian gerakkan militer berhati busuk untuk melakukan kudeta. Kalian kumpulkan uang busuk dari milyarder Arab untuk mendanai kudeta. Kalian kumpulkan media-media busuk untuk terus menerus merongrong Erdogan. Kalian tak tidur siang malam untuk meledakkan bom-bom busuk dan mengacaukan ketenangan rakyat Turki.

Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Iblis kalian semua !!!


Read More »

[Dibalik Kudeta] Bagaimana Sebuah iPhone Mengalahkan Tank-Tank di Turki


How an iPhone defeated the tanks in Turkey

Oleh David Hearst*
(Pemimpin Redaksi Middle East Eye)

Untuk melaksanakan sebuah kudeta, para perwira senior tentara Turki dari unit-unit komando, Angkatan Darat, 1st dan 4th Army (pengelompokan/pembagian komando daerah militer di Turki), dan Angkatan Udara melakukan usaha ekstrim untuk merebut kekuasaan.

Mereka menguasai dua Bandara dan menutup yang ketiga. Mereka mencoba untuk memisahkan sisi Eropa Istanbul dari sisi Asia-nya. Mereka mengebom parlemen di Ankara sembilan kali. Ada sebuah kontak senjata diluar markas Badan Intelijen Turki (MIT). Mereka mengerahkan tank, helikopter bersenjata dan jet-jet F-16.

Untuk mengalahkan kudeta ini, sang presiden Turki menggunakan iPhone-nya. Masjid-masjid menggunakan loudspeaker mereka, menyiarkan panggilan shalat sebelum subuh. Para pemimpin poltik dari segala latar belakang, beberapa merupakan lawan sang Presiden, secara jelas menyerukan kudeta tersebut untuk dipatahkan. Para polisi menahan para tentara.

Orang-orang tak bersenjata mengambil kembali CNN Turk dan berbagai jembatan di Bosporus, berani menghadapi tembakan senjata api demi mengambil kembali demokrasi demi Negara mereka.

Ini jelas-jelas sebuah kudeta militer. Akan tetapi kedutaan AS di Ankara dalam pesan daruratnya kepada para Warga Negara AS menyebutnya sebuah “pemberontakan/kebangkitan (uprising)”.

Geopolitical Futures mengeluarkan sebuah analisa yang menyebut kudeta ini berhasil. BBC Arabic, Sky News Arabic, El Arabiya TV, editor diplomatic ITN, jaringan berita AS semuanya menurunkan komentar yang menyebut Erdogan telah habis, atau telah kabur ke Jerman.

The Guardian menurunkan sebuah artikel yang headline/judul berita pertamanya (kemudian diubah) mengungkapkan semuanya yang tak mampu menahan kegembiraannya atas kepergian seorang pria (erdogan -ed) yang ia anggap sebagai seorang islamis otoriter: “Bagaimana Recep Tayyip Erdogan membakar ketegangan di Turki”.

Saat rakyat Turki berperang demi masa depan mereka (turun ke jalan menentang kude -ed), ada keheningan yang mengejutkan dari para pemimpin barat yang brand image-nya adalah demokrasi. Konsulat Perancis telah tutup dua hari sebelumnya. Apakah mereka mengetahui sesuatu (kudeta) yang tidak diketahui Turki?

Dalam pernyataan awalnya, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menggunakan setiap kata kecuali kata “d” (democracy) yang penting. Ia berharap adanya “stabilitas dan kedamaian dan keberlanjutan” didalam Turki.

Tidak ada apapun mengenai dukungan pada seorang presiden yang terpilih secara sah dan parlemen yang terpilih secara sah. Hanya disaat sudah jelas bahwa kudeta ini gagal baru presiden Barack Obama dan (Menlu) Kerry mengeluarkan sebuah penryataan yang secara jelas mendukung Erdogan.

Jika anda ingin tahu mengapa Eropa dan AS merupakan busted flush (entitas menjanjikan yang dikemudian hari gagal), mengapa mereka telah kehilangan semua otoritas moral, bahkan semua otoritas, dan mengapa mereka tak lagi pembawa lilin perubahan demokrasi, tak perlu jauh-jauh, lihat saja dari tiga jam penuh keheningan saat mereka menunggu (hasil kudeta) untuk melihat kearah mana angin bertiup di Istanbul dan Ankara.

Saudi menunggu 15 jam sebelum mengeluarkan sebuah pernyataan yang mendukung Erdogan. Emiratis (Uni Emirat Arab) dan media yang mereka kendalikan menyebarkan berita bahwa Erdogan telah kabur dari Turki.

Hal sebaliknya yang terbukti benar. Erdogan menunjukkan keberanian dengan menaiki sebuah pesawat dan mengarah menuju Istanbul, (padahal) mengetahui bahwa F16 (yang dikuasai tentara kudeta) ada di udara dan bahwa landasan di Bandara Ataturk bisa saja telah ditutup.

Hanya tiga Negara di dunia yang dengan jelas mendukung Erdogan sejak awal – Maroko, Qatar, dan Sudan.

Yang secara khusus mengesankan adalah pernyataan (sikap) dari para politisi Turki (oposisi) yang memiliki banyak alasan untuk menginginkan Erdogan pergi, dan dimana mereka sendiri telah dikesampingkan olehnya. Pemimpin partai (oposisi) terbesar di Turki, Kemal Kilicdaroglu dari Partai Rakyat Republik (CHP) yang berhaluan kiri-tengah, segera menentang kudeta tersebut dalam sejumlah tweet, menyebut bahwa Turki telah “banyak menderita” dalam berbagai kudeta yang terjadi di masa lalu.

Dua pemimpin AKP dari sayap liberal, yang telah dikesampingkan atau baru-baru ini dipecat oleh Erdogan mendukungnya. Mantan presiden Abdullah Gul memberitahu CNN Turk bahwa “Turki bukanlah sebuah Negara Amerika Latin.. saya menyerukan pada mereka yang mencoba menggulingkan pemerintahan untuk segera kembali ke barak mereka.”

Mantan perdana menteri Turki Ahmet Davutoglu memberitahu Al Jazeera: “Turki adalah sebuah demokrasi… saya tak berpikir usaha ini akan berhasil. Tak boleh ada usaha apapun untuk mengacaukan Turki. Kita menghadapi banyak krisis di Suriah dan kawasan lainnya, ini waktunya untuk memiliki solidaritas dengan rakyat Turki… di saat ini rakyat dari berbagai kota ada di jalanan, di alun-alun (untuk memprotes) upaya kudeta ini.”

Semua orang Turki ini bisa melihat apa yang tak dapat dilihat konsensus Barat mengenai Erdogan. Bahwa prosesnya (jalan demokrasi) lebih penting dari sang pria (presiden). Bangsa Turki, percaya atau tidak, akan berjuang dan mati demi hak mereka untuk memilih presiden mereka, meskipun mayoritas dengan jelas tidak menginginkan beliau memiliki kekuasaan kepresidenan yang berlebihan.

Reaksi bangsa Turki tadi malam adalah sebuah kedewasaan demokrasi. Reaksi barat adalah korupsi demokrasi, secara sementara ternodai oleh dukungan politik dan militernya terhadap autokrasi (kudeta).

Titik balik pada drama moralitas tadi malam terjadi saat rekaman Erdogan yang berbicara melalui iPhone-nya disiarkan dan disebarkan secara cepat lewat media sosial.


Sampai saat itu (sebelum Erdogan bicara via iPhone), terlihat bahwa kudeta ini akan berhasil. Beliau menyerukan pada rakyat untuk keluar menuju jalanan dan tetap dijalanan tersebut. Dan mereka mematuhi seruan tersebut terkadang dengan harga nyawa mereka sendiri. Sebuah iPhone mengalahkan banyak tank.

Turki membuktikan bahwa mereka bukanlah Mesir. Jika ada pelajaran pada hari-hari gelap bagi demokrasi di Timur Tengah, itu (akan tertuju) kepada rakyat yang hidup di sisi lain laut Mediterrania dan yang negaranya mengalami pendarahan sebagai hasil autokrasi militer (kudeta Mursi) yang pernah mereka rayakan sebagai sebuah revolusi kedua (revolusi pertama penggulingan Hosni Mubarak -ed).

Bukan untuk pertama kalinya sejak 2011 (Arab Spring), para diktator diseluruh kawasan pasti bergidik hari ini. Kekuatan demokratis yang mampu melucuti tentara, juga mampu melucuti mereka. [beritanews33.blogspot.com]

Sumber: http://www.middleeasteye.net/columns/how-iphone-defeated-tanks-turkey-1556177810

______________
*David Hearst (foto atas) adalah Pemimpirj Redaksi Middle East Eye. Dia meninggalkan The Guardian saat menjabat sebagai kepala editor berita luar negeri. Dalam rentang karir jurnalis 29 tahun, ia pernah di Associate Foreign Editor, European Editor, European Correspondent, Ireland Correspondent.


Read More »

10 Contoh Memalukan Media Barat Dalam "Pemberitaan" Kudeta di Turki


[beritanews33.blogspot.com] ISTANBUL - Jadi kemarin ketika melakukan bedah media terkait kudeta Turki, baik media lokal Turki, media asing, media lokal Indonesia, ada beberapa HEADLINES media asing yang lead-nya itu mencolok.

Mencolok bagi saya karena saya paham betul tentang lead, dua bulan belajar lead di Anadolu Ajansı (kantor berita Turki).

Setidaknya ada dua hal yang mencolok:

1) Membelokkan situasi sebenarnya
2) Membangun opini berbeda.

Contohnya seperti apa?

Seperti dalam artikel ini (10 Shameful Examples of Western Media Reporting On Turkey Coup)*, sebab memang yang saya temukan kemarin asalnya dari media-media ini. Media Indonesia pun kebanyakan mengambil dari sini pula.

Itu sebabnya, jangan telan mentah-mentah, meski berita itu sesuai dengan harapan kita sekalipun. Biar adil semenjak dalam pikiran.

Demikian disampaikan Herriy Cahyadi, Studies PhD in International Relations at Istanbul University.

Berikut...


(by Shehzade Mustafa)

Sulit untuk terkejut di hari-hari ini, tapi terkadang anda hanya bisa terperangah dengan perilaku tidak terhormat beberapa media.

Dibawah ini adalah sebuah daftar (yang tidak komplit) dari pemberitaan tidak bertanggungjawab, tidak akurat dan terang-terangan berniat buruk oleh berbagai media barat tentang upaya kudeta di Turki. Ini mengekspose banyak diantara mereka yang terlibat dalam perilaku menipu dan propaganda yang bahkan tidak pantas bagi sebuah surat kabar level sekolah.

(1) The Independent


The Independent telah bekerja keras agar bisa sebias mungkin terhadap Erdogan. Disini mereka menaruh tanda kutipan di sekitar kata “pengkhianatan” (treason) karena sepertinya sebuah kudeta militer mematikan terhadap sebuah pemerintahan sipil memberi beberapa ruang untuk meragukan apakah itu merupakan kejahatan terhadap Negara.

(2) The Telegraph


The Telegraph (diantara yang lainnya) bekerja lebih awal untuk mengutip para ahli yang mencoba melegitimasi faksi tentara (yang melakukan kudeta) tersebut dan aksi-aksi mereka dengan melabeli mereka sebagai “penjaga konstitusi sekuler Turki.” Alih-alih menyebutkan mereka sebagai pengkhianat seragam dan bangsa mereka, niat baik hanya dikaitkan/diberikan pada satu sisi.

(3) The New York Times


The New York Times memutuskan menjadikan momen awal dan membingungkan dari sebuah kudeta menjadi waktu yang tepat untuk mengingatkan setiap orang akan obsesi mereka bahwa Erdogan adalah pemimpin otoriter. Lagi-lagi, pemerintah Turki yang sah digambarkan entah bagaimana sebagai tidak terlalu sah karenanya mencoba untuk melembutkan dorongan/kecaman pada pelaku kudeta.

(4) The Times of Malta


The Times of Malta memutuskan untuk lebih jauh lagi dan bersama dengan publikasi lainnya, mulai mentweet seorang sumber UE yang anonim menyebut bahwa kudeta tersebut “kemungkinan akan sukses.” Kondisi tak terverifikasi dari komentar tersebut dan kurangnya integritas jurnalisme dari publikasi tersebut di saat sensitive ini adalah sebuah pengkhianatan menjijikkan dari tanggung jawab jurnalisme. Tentu saja, ini sangat membantu para pengkudeta untuk mencapai tujuan mereka karena memberi kesan mereka telah menang.

(5) Sputnik


Sputnik, media dari Rusia ini tidak pernah akan berimbang, tapi menggambarkan rakyat yang mempertaruhkan nyawa mereka berdemonstrasi melawan kudeta sebagai “merayakan” kudeta sungguh mengikuti buku propaganda Uni Soviet.

(6) The Daily Beast


The Daily Beast dan banyak publikasi lainnya melampau diri mereka sendiri dengan pesan/pemberitaan yang benar-benar tidak benar dan tidak terjadi yang menyebut bahwa Erdogan telah mencari suaka tidak di satu, tapi di dua Negara Eropa.

Kenyataannya, saat mereka mentweet hal ini – Erdogan telah mendarat di Istanbul meskipun banyak bom yang dilaporkan meledak disana. Seperti yang mereka dan jurnalis lain ketahui, jika Erdogan telah meninggalkan Negara tersebut maka kekuatan yang loyal pada pemerintah mungkin menyerah karena berpikir semua telah hilag.

Meskipun mengetahui bagaimana tingginya pertaruhan disini, mereka tetap mempublikasikan kebohongan terang-terangan ini dan masih tidak memiliki kerendah-hatian untuk meminta maaf atau menginvestigasi siapa yang memberi mereka informasi salah ini (misinformation) dan mengapa

(7) VOX


Tagline Vox adalah “memahami berita” (understand the news). Yang harusnya mereka katakan (tidak usah ditutupi) adalah “memahami berita, 'sejalan' dengan bagaimana KAMI ingin anda memahaminya.”

Mereka menurunkan artikel ini berdasarkan jangka perhatian yang pendek dan kurangnya informasi hingga banyak pembaca akan mengembangkan situasi di Turki dengan/berdasarkannya. Alih-alih memberikan “sebuah panduan jelas”, mereka menaruh disana sebuah hack job (terburu-buru dan berkualitas buruk) yang termasuk opini yang terang-terangan bias seperti ini :

"Erdogan is clearly a threat to Turkish democracy and secularism"
(Erdogan jelas merupakan ancaman bagi demokrasi dan sekulerisme Turki)

"The military had been shockingly quie about these developments recent years"
(Militer secara mengejutkan tetap diam terhadap berbagai perkembangan ini selama bertahun-tahun)

Hal ini tidak berisi jurnalisme. Ini adalah propaganda yang menyamar sebagai jurnalisme.

(8) FoxNews


Fox News melakukan apa yang menjadi "hal terbaik" mereka selama ini. Saat seorang tamu (pembicara tamu, Letkol Raplh Peters) dihadapkan dengan sebuah pertentangan antara sebuah pemerintahan sah yang tidak mereka sukai (Erdogan) dan sebuah kudeta militer brutal yang akan berujung pada ketidakstabilan dan tirani, mereka memilih yang kedua (mendukung kudeta). Tapi setidaknya, mereka (FoxNews) tidak berpura-pura adil dan seimbang.

(9) The Independent (lagi)


The Independent (lagi-lagi) mengambil langkah lebih jauh. Mereka mengeluarkan sebuah artikel ("Turkey coup: conspiracy theorists claim attempt was faked by erdogan") mendiskusikan sebuah teori konspirasi gila bahwa semuanya hanyalah sebuah kebohongan yang dirancang oleh pemerintah persis seperti yang dilakukan Nazi sebelumnya (!) sepertinya, jika itu merupakan anti-Erdogan maka bahkan pandangan/opini yang paling gila, paling xenophobic dan paling tidak bertanggungjawab akan menemukan naungan yang ramah di the Independent.

(Jadi, setelah kudeta gagal, lantas mereka menuduh Erdogan yang merancang kudeta).
(10) Business Insider


Akhirnya, sekarang setelah kudeta telah digagalkan, banyak komentator dan publikasi kembali ke favorit masa lalu mereka -mengeluh Erdogan terlalu otoriter dan kejam.

"Erdogan could use the latest coup attempt to further tighten his grip in"
(Erdogan bisa menggunakan upaya kudeta terbaru untuk lebih memperketat cengkeramannya)

Ini (pemberitaan media) hanyalah puncak dari gunung es. Propaganda media ini menimbulkan pertanyaan serius:

"Why do they all seem so keen to have this leader, this government and this country fall?"

Mengapa mereka semua tampak begitu semangat agar pemimpin ini (Erdogan), pemerintah dan negara Turki ini jatuh?

“Media adalah entitas paling berpengaruh di dunia. Mereka punya kemampuan untuk membuat yang tidak bersalah menjadi salah dan membuat yang bersalah menjadi tidak bersalah. Karena mereka mengendalikan pemikiran massa”  -Malcolm X-

___
*Sumber: http://muslimmatters.org/2016/07/16/10-shameful-examples-of-western-media-reporting-on-turkey-coup/

Read More »

Analis Militer AS Ralph Peters: Jika Kudeta Turki Berhasil, Kalangan Islam Kalah, Kita Menang


[beritanews33.blogspot.com] KALANGAN ANTI-ISLAM BEGITU INGIN ERDOGAN JATUH OLEH KUDETA MILITER.

LANDASAN KEBENCIAN MEREKA PADA ERDOGAN KARENA ISLAMISASI YANG DILAKUKAN ERDOGAN DI TURKI.

Tidak di sini, maupun di negara barat.  Mereka egitu sangat menginginkan Erdogan bisa dilengserkan karena kebenciannya terhadap Islam.

Salah satunya adalah Ralph Peters. Letkol pensiunan Angkatan Darat Amerika Serikat, seorang ANALIS STRATEGIC paling dikenal di media AS karena penampilan (menjadi narsum rutin) di Fox News, saluran berita TV ternama dan paling luas di AS.

Ralph, yang pensiun dengan tugas terakhir di Kantor Wakil Kepala Staf Intelijen AS ini dengan jelas (seperti dikutip akun twitter Fox News) menyatakan: "Jika kudeta di Turki berhasil, kalangan Islamis akan kalah dan kita menang". (If the coup succeeds, Islamists lose and we win).

Ralph tanpa malu juga menyatakan para pengkudeta adalah pihak yang baik/pahlawannya (the good guys), sebaliknya Erdogan dan pendukungnya adalah the bad guys nya.

Berikut wawancara FOX NEWS dengan narsum RALPH PETERS saat awal-awal terjadinya kudeta militer di Turki, dimana belum jelas berita kudeta berhasil atau gagal. (video ada di bagian bawah)

Presenter Fox News: Sekarang kita bersama analis Ralph Peters. Ralph apa pendapat anda mengenai cerita ini (kudeta militer di Turki), saat kita mendapat semakin banyak informasi?

Ralph Peters: Kita memang tak bisa benar-benar tahu sampai besok pagi, saat semuanya lebih jelas. Kedua pihak mencoba untuk menspin, tapi gambaran besarnya sangat jelas. Kudeta ini adalah kesempatan terakhir Turki untuk menghindari menjadi sebuah rezim islamis yang otoriter, sebuah kediktatoran islam terbuka.

Dan jangan salah, orang-orang yang melakukan kudeta ini-lah orang baiknya (the good guys). Terdengar paradoks, tapi orang-orang inilah yang berpihak pada demokrasi konstitusional. Presiden Erdogan telah melucuti konstitusi yang sekuler, warisan sekuler dari Ataturk, serta mengisi pengadilan, mengisi badan legislatif, mengisi aparat keamanan dan militer dengan para islamis. Dia bukanlah teman (bagi) kita, dia bukanlah teman (bagi) Turki, dan bila kudeta ini gagal, anda akan melihatnya sebagai alasan dia untuk menghancurkan benteng-benteng terakhir sekulerisme. Ini bukanlah seperti di banana republics dimana militer mencoba merebut kekuasaan, mereka (militer) mencoba untuk menyelamatkan negara mereka. Dan presiden kita, oh presiden kita, dengan mengatakan bahwa kita harus mendukung pemerintahan yang dipilih secara demokratis dalam pemilu bebas, perlu diketahui bahwa pemerintahan Erdogan tidaklah terpilih secara bebas dan demokratis seperti yang kita ketahui, dia melarang partai politik oposisi, dia melarang politisi oposisi, dia merekayasa pemilu agar menguntungkan dirinya. Jadi sekali lagi, saya menganggap Obama keliru, dan kudeta ini, Tuhan berkati kudeta ini, orang-orang ini (pihak pengkudeta) mencoba menyelamatkan negara mereka, negara yang sangat saya kagumi, tapi untuk sekarang situasinya tidak terlihat bagus.

Presenter Fox News: Ralph, saya telah berbicara pada beberapa analis dan mereka menyebut Erdogan mengendalikan polisi, badan intelijen, dan ada pembersihan militer sekitar 3 tahun lalu, tapi sejak saat itu, tapi sejak saat itu banyak didalam tubuh militer yang tidak menyukainya, karena ia meninggalkan gaya memerintah rezim sekuler dan melompat kearah model islam dan menjadi buta terhadap para teroris yang melewati Turki menuju Suriah. Apakah ini (kudeta -red) adalah hasil (akibat) dari keputusannya yang terlalu jauh memasukkan islam kedalam gaya pemerintahan, serta ini adalah dorongan (serangan) balik yang mereka (militer) lakukan?

Ralph Peters: Tepat sekali. Dan ia tak hanya memperbolehkan para teroris untuk bergabung dengan ISIS dan Jabhat al-Nusra, tapi ia juga aktif mendukungnya, beberapa elemen radikal di Turki. Ia tak terlalu menyukai ISIS karena mereka bukan kelompok radikalnya, tapi ia terkait dengan Ikhwanul Muslimin. Dan inilah alasannya Obama salah mengira Ikhwanul Muslimin sebagai kekuatan moderat di timur tengah, dan karenanya menentang kudeta militer oleh Sisi di Mesir yang menjadi penyuplai pemerintahan Ikhwanul Muslimin. IM bukanlah moderat, mereka fundamentalis, mereka tidak seburuk ISIS tapi itu bukanlah berita baik. Ya, ini (kudeta) adalah reaksi atas Erdogan yang melucuti warisan sekulerisme Mustafa Kemal Ataturk, yang merupakan salah satu orang hebat dari abad ke-20 tapi bukan islamis. Ia (Ataturk) meruntuhkan khilafah, ia menutup madrasah, ia berusaha keras mengubah Turki menjadi negara modern, dan militer selalu menjadi penjaga konstitusi sekuler ini.

Presenter Fox News: Ralph, saya ingin menanyai anda tentang pernyataan presiden yang dirilis Gedung Putih yang berbunyi: "mendukung pemerintahan Erdogan yang terpilih secara demokratis". Apakah ini serupa dengan tahap awal reaksi Obama pada kudeta (Muris) yang terjadi di Mesir, saat ada 'perlawanan (uprising) disana?

Ralph Peters: Ya, sepertinya begitu. sekali lagi kita tak tahu siapa yang akan muncul sebagai pemenangnya besok pagi atau siang nanti, tapi tak seharusnya kita (menjadi) sangat terkejut, karena pihak-pihak yang mendalangi kudeta ini adalah phak-pihak yang berada di sisi kita, mereka melawan para fundamentalis islam, para ekstrimis, mereka mendukung demokrasi, mereka mendukung konstitusi yang sekuler. Ia (Erdogan) hanya mendukung/mendekat pada kita saat itu menguntungkan misi islamisasinya, jadi, oh Tuhan, ini sangat menyedihkan, karena Turki adalah negara yang hebat dan mengagumkan dengan sejarah yang luar biasa, dan kita menyaksikannya sedang dilucuti oleh seorang presiden fundamentalis islamis yang otoriter, dan presiden kita mendukungnya.

[video]



***

Kita tahu, Obama menolak kudeta atas Presiden Mursi di Mesir hanyalah lips service. Kepura-puraan. Nyatanya, tanpa restu dan beking AS, As-Sisi tidak akan bisa melakukan kudeta.

Begitu juga dengan sikap Obama yang "seolah" menentang kudeta di Turki.

Mereka semua sangat cemas dan ketakutan dengan kebangkitan (kembali) Islam di Turki. Dulu Turki (Ottoman) pernah menguasai dunia. Dan dipimpin Erdogan, Turki melesat dengan pencapaian ekonomi, teknologi militer dan dukungan penuh pada Umat Islam yang tertindas dibelahan bumi manapun.

Turki - pemimpin dan rakytanya - semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, sang penguasa sebenarnya.


Read More »

Amerika & Kudeta Turki Yang Gagal (Data & Fakta)


Kemarin, 15 Juli 2016, ketika tentara-tentara Pengkhianat sudah mulai beraksi, Kedubes Amerika di Ankara langsung mengeluarkan pernyataan kalau aksi people power malam ini adalah "Turkish Uprising" (Pemberontakan Rakyat Turki atau Intifadhah rakyat Turki).

Tapi begitu ketahuan bahwa kudeta benar-benar gagal, Amerika langsung menarik statementnya. Bahkan Obama langsung berkotek: "Rakyat Harus Mendukung Pemerintahan Yang Sah"! ‪#‎Picik‬.

Bahkan bukan cuma Obama yang berkotek, Ban Ki-Moon pun tak mau kalah, dengan tanpa malu dia berkata: "PBB menolak upaya kudeta Militer di Turki".

Jangan tanyakan kenapa waktu Kudeta berdarah di Mesir, Ban Ki-Moon puasa bicara. Dia tidak sedang puasa bicara, cuma dulu pita suara Ban Ki-Moon sedang bermasalah.

Jangan heran dengan kepicikan dan kelicikan Amerika. Saya YAKIN salah satu cita-cita Obama yang belum tercapai adalah melengserkan Erdogan.

Bahkan mantan pejabat Pentagon, Michael Robin, pada 24 Maret 2016 sudah membuat "karpet merah" untuk jalannya kudeta di Turki. Lewat opini yang ditulis di majalah ternama NEWSWEEK dengan judul "Will There Be a Coup Against Erdogan in Turkey?" mantan pejabat Pentagon ini mengopinikan dunia harus menerima kudeta untuk kebaikan Turki. (http://www.newsweek.com/will-there-be-coup-against-erdogan-turkey-439181)

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, dalam pernyataan beliau hari ini dengan tegas mengatakan: "Kami minta agar Amerika mau menyerahkan Gulen kepada kami!"

Fethullah Gulen (75), terduga otak upaya kudeta di Turki, tinggal di AS.

Binali Yildirim menegaskan bahwa Turki menganggap negaranya berperang dengan negara yang melindungi Fethullah Gulen.

"Setiap negara yang melindungi Fethullah Gulen akan menjadi musuh bagi Turki," kata Yildirin, Sabtu (16/7), dikutip Daily Express.

Karena Amerika bukan negara yang menjunjung tinggi Demokrasi maka mustahil Amerika mau menyerahkan Gulen kepada Turki.

Amerika ngeles: AS Minta Turki Buktikan Keterlibatan Gulen dalam Kudeta yang Gagal. (http://www.tribunnews.com/internasional/2016/07/16/as-minta-turki-buktikan-keterlibatan-gulen-dalam-kudeta-yang-gagal

Jadi usaha untuk mengembalikan Turki ke era kegelapan masih akan tetap berlanjut. Yang mengeksekusi siapa saja boleh. Mau ber KTP Islam atau Non Islam, yang penting Erdogan tumbang. Hari ini Fathullah Gulen yang menjadi terdakwa. Besok entah siapa lagi. ‪

#‎JadiBersiapSiagalah‬...

(Abu Hudzaifah)


Read More »

Sebelum Kudeta, Mantan Pejabat Pentagon Berikan Opini "Pembenaran" KUDETA TURKI


Michael Rubin, mantan pejabat di Pentagon era Bush, jauh hari sudah "manas-manasi" untuk dilakukannya KUDETA MILITER Menggulingkan Erdogan.

Pada 24 Maret 2016, di majalah mingguan analisa kenamaan di AS "NEWSWEEK", anggota American Enterprise Institute (AEI), sebuah lembaga pemikiran sayap kanan di Amerika Serikat, ini menuliskan opininya tentang Kudeta Turki.

"Will There Be a Coup Against Erdogan in Turkey?" begitu judul tulisannya.

Michael Rubin yang berlatar belakang Yahudi dan saat ini mengajar di Universitas Yale ini, seperti analis-analis barat hipokrit standar ganda, memberikan landasan "pembenaran" bagi kudeta atas Erdogan seperti halnya dulu saat Presiden Mursi di Mesir hendak dikudeta, bertebaran analis-analis yang membombardir dengan opini di media untuk menghasut rakyat. Peran mereka ini mirip Christiaan Snouck Hurgronje dulu di Indonesia saat jaman penjajahan.

[Berikut terjemahan]

Will There Be a Coup Against Erdogan in Turkey?
Akankah Ada Kudeta Terhadap Erdogan di Turki?
(by Michael Rubin)

Situasi di Turki buruk dan semakin memburuk.

Tak hanya semakin memburuknya keamanan di Negara tersebut ditengah gelombang terorisme. Hutang Negara mungkin stabil, tapi hutang pribadi menjadi diluar kendali, sektor pariwisata terjun bebas dan penurunan nilai tukar telah berdampak pada daya beli seluruh warga masyarakat.

Ada keyakinan luas, terlepas apapun hasil pemilu, bahwa presiden Recep Tayyip Erdogan sudah diluar kendali. Ia memenjarakan lawan-lawannya, membredel surat kabar kanan dan kiri dan membangun berbagai Istana dengan skala seperti seorang sultan gila atau ingin menjadi khalifah. Di minggu-minggu terakhir, ia telah sekali lagi mengancam akan membubarkan mahkamah konstitusi.

Korupsi tersebar luas. Anaknya Bilal dilaporkan terbang ke Italia dengan sebuah paspor diplomatik Saudi yang dipalsukan saat polisi Italia akan menangkapnya dalam dugaan skandal pencucian uang.

Kemarahannya menimbulkan tanda tanya baik di Turki dan diluar negeri. Bahkan anggota partai berkuasanya sendiri bergosip tentang semakin meningkatnya paranoia-nya yang, menurut beberapa pejabat Turki, telah menjadi begitu buruk hingga ia mencoba untuk menginstall misil anti-pesawat di istananya untuk mencegah serangan udara dari menangkapnya dalam operasi snatch-and-grab.

Bangsa Turki -dan militer Turki- semakin mengakui bahwa Erdogan membawa Turki pada kehancuran. Dengan pertama-tama memberikan legitimasi pada pemimpin Kurdi Abdullah Ocalan yang dipenjara dengan memperbaharui negosiasi dan lalu membuat konflik baru, ia telah membawa Turki mundur kearah dimana tak ada kemungkinan menang dan kemungkinan besar perpecahan secara de facto.

Selain itu, bila perang sipil diperbaharui seperti di tahun 1980an dan awal 1990an, kurdi di Turki akan ditekan keras untuk menuju kearah itu, terlebih karena preseden yang ada sekarang di Iraq dan Suriah.

Erdogan sejak lama mencoba untuk melumpuhkan militer Turki. Untuk dekade pertama masa kekuasaannya, baik pemerintah AS dan Uni Eropa mendukungnya. Tapi itu bahkan sebelum pembela luar negeri Erdogan paling kuat/fanatic mengakui bagaimana ia telah menjadi seorang gila dan otokrat.

Jadi bila militer Turki bergerak menggulingkan Erdogan dan menempatkan lingkaran dalamnya didalam jeruji, bisakah kudeta berhasil?

Di ranah analisa dan bukan advokasi, jawabannya adalah ya. Dimasa musim pemilu ini (pilpres AS), diragukan bahwa pemerintahan Obama akan melakukan lebih dari mengecam pemimpin kudeta manapun, khususnya jika mereka (pengkudeta) dengan segera membentangkan jalan yang jelas menuju restorasi demokrasi.

Erdogan juga tidak akan mendapatkan simpati yang didapatkan oleh presiden Mesir Muhammad Morsi. Saat Morsi dikudeta, komitmennya pada demokrasi masih diperdebatkan (ada yang bilang Morsi demokratis, ada yang menyatakan Morsi tidak demokratis -red).

Sekarang debat tersebut telah selesai saat membahas sang orang kuat Turki. Baik calon presiden dari partai Republik maupun Demokrat tak akan mau menaruh prestise AS untuk mengembalikan status quo ante. Mereka mungkin akan menawarkan lip service menentang kudeta, tapi mereka akan bekerjasama dengan rezim yang baru.

Para pemimpin kudeta mungkin bisa mendiamkan kritikan sipil dan HAM dari Eropa dan Amerika Serikat dan para jurnalis dengan cara segera membebaskan semua jurnalis dan akademisi yang ditahan (di masa Erdogan) dan dengan mengembalikan berbagai surat kabar dan stasiun televisi yang dibredel kepada pemiliknya yang asli.

Keanggotaan Turki di NATO bukanlah penghambat bagi kudeta: baik Turki maupun Yunani tidak kehilangan keanggotaan NATO mereka setelah berbagai kudeta sebelumnya. Bila kepemimpinan baru berhubungan secara tulus dengan kurdi di Turki, Kurdi mungkin akan ikut mendukung.

Opini publik Eropa atau Amerika tidak akan simpati pada eksekusi (kudeta) terhadap Erdogan, anak dan menantunya, atau lingkaran dalam seperti Egemen Bagis dan Cuneyd Zapsu, meski mereka akan menerima sebuah pengadilan karena korupsi dan pemenjaraan yang lama.

Erdogan mungkin berharap teman-temannya akan mendukungnya, tapi sebagian besar temannya-baik internasional dan didalam Turki- tertarik pada kekuasaannya. Setelah ia digulingkan, ia akan menemukan dirinya kesepian, sosok yang kebingungan dan menyedihkan seperti Saddam Hussein di pengadilannya sendiri.

Saya tak membuat prediksi, tapi melihat meningkatnya kekacauan di Turki serta kemungkinan militer Turki tak akan mengalami konsekuensi signifikan andai mereka meniru cara bermain Abdel Fattah el-Sisi di Mesir, tak seorangpun harus terkejut bila politik Turki yang kacau segera akan menjadi lebih kacau.

Sumber: http://www.newsweek.com/will-there-be-coup-against-erdogan-turkey-439181

Jelaskan? Fungsi analis barat Yahudi ini adalah memberi "argumen rasional" dilakukannya kudeta, menggambarkan buruknya Erdogan bagi Turki sehingga layak dikudeta dan juga menawarkan tips-tips "solusi" bagi pihak pengkudeta agar "selamat" dan sukses dengan kudetanya.

Dulu mereka berhasil saat mengkudeta Mursi, sekarang mereka gagal di Turki.


Read More »

Sinyal Obama Lengserkan Erdogan


[beritanews33.blogspot.com] WASHINGTON - Setelah kudeta militer yang gagal di Turki, Presiden Amerika Barrack Obama mengeluarkan pernyataan yang dapat memiliki makna tajam bagi kepemimpinan Presiden Erdogan.

Dilansir dari laman media Los Angeles Times, Presiden Barrack Obama mengeluarkan pernyataan President Obama: Support Turkey’s ‘democratically elected government’.

Mendukung pemerintahan Turki ‘yang terpilih secara demokratis’ (dengan tanda kutip).

Pemerintah Amerika melalui Presiden Barrack Obama memberi pesan dibalik terjadinya kudeta yang gagal dilakukan oleh militer; bahwa pemerintah Turki dibawah kepemimpinan Presiden Erdogan belum lahir dari sebuah pemilihan yang demokratis.

Penggiringan opini atas pernyataan Obama adalah seolah belum adanya pemilihan yang demokratis, maka kudeta militer terjadi; walau gagal, hal ini seolah desakan bagi Turki untuk melakukan pemilihan paska kudeta gagal dengan harapan memenuhi semua aspirasi masyarakat Turki.

Amerika memang selalu berdiri dengan standar gandanya, satu sisi seolah mendukung pemerintahan Presiden Erdogan tapi di sisi lain berusaha mencari cara bagaimana ‘melengserkan’ kepemimpinan Presiden Erdogan yang dikatakan oleh politik amerika adalah tokoh Islam yang mewakili kaum Fundamentalis (Ikhwanul Muslimin).

[Baca: Amerika & Kudeta Turki Yang Gagal (Data & Fakta)]

Standar ganda itu pun kini dijalankan, dengan mendorong desakan adanya pemilihan kembali kepemimpinan di Turki dengan menjadikan peristiwa Kudeta militer yang gagal sebagai alasan adanya pemerintahan yang bukan hasil pemilihan demokratis.

Upaya Amerika ini semata untuk melengserkan pengaruh dan hegemoni sosok Erdogan, alasan diperlukan pemerintahan yang dipilih secara demokratis oleh rakyat Turki, dan hal inilah yang akhirnya menjadi kekuatiran tersendiri seperti peristiwa di Aljazair dengan FIS nya.

Turki dengan AKP nya akan dibuat seperti FIS di Aljazair, menghapuskan pengaruh partai yang dikenal Islamis; dengan menjadikan target pemimpinnya untuk dikalahkan dalam pemilihan yang ‘kemungkinan’ disesuaikan berdasarkan keinginan Amerika. (Lingkarannews)


Read More »

Mengapa Kudeta Militer di Turki Berhasil Digagalkan Hanya Dalam 5 Jam? Ini Rahasianya


[beritanews33.blogspot.com] Mengapa Kudeta Militer di Turki gagal hanya dalam 5 jam?

1. Sebelum Erdogan muncul, belum ada sama sekali rakyat yang berkumpul turun ke jalan-jalan. Mereka semua hanya dalam posisi “menonton”.

Kemudian tampillah Erdogan berbicara kepada rakyatnya melalui telepon, dan video/gambar ini segera tersebar, dimana sang pemimpin (Erdogan) dengan jelas meminta rakyat untuk turun melawan kudeta.

Erdogan via Skype yang kemudian disiarkan LIVE oleh CNN Turki, dimana Erdogan menyatakan telah terjadi kudeta dan menyeru Rakyat Turki turun ke jalan. Erdogan juga meyakinkan kudeta akan segera bisa digagalkan.

Berikut videonya:




2. Situasi berubah 180 derajat, rakyat turun memenuhi jalan-jalan dan mengepung kendaran-kendaraan militer sehingga gagal digerakkan.


(Rakyat Turki turun ke jalan-jalan di seantero negeri untuk dukung Erdogan dan tolak kudeta)




3. Erdogan dan partainya mampu membangun loyalitas dan kepercayaan pada dirinya di dalam tubuh internal militer dan pemerintahan, ia memiliki pengaruh yang kuat dalam militer.

4. Berlanjut dengan statemen-stateman dari pemimpin Turki, bahkan juga pihak oposisi, yang menjadikan rakyat semakin yakin bahwa jumlah kudeta adalah kelompok kecil yang bisa diatasi.

5. Kesimpulannya: Statemen tegas pemimpin yang memberikan arahan pada rakyat apa yg harus dilakukan + kokohnya militer yang mendukung legalitas pemerintahan + rakyat yang sadar dan peduli, serta kondisi perpolitikan yang penuh mendukung Erdogan dan negara, menjadikan kudeta ini gagal hanya dalam 5 jam saja.

*dari FB Dr. Ali Syalabi (pakar sejarah dan penulis buku-buku siroh)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran.

Hasbunallah wani'mal wakil....


Read More »
 
Wkyes