Showing posts with label SURIAH. Show all posts
Showing posts with label SURIAH. Show all posts

Turki Kirim 300 Truk Bantuan Kemanusiaan ke Aleppo


[beritanews33.blogspot.com] ALEPPO - Ratusan ribu warga di Aleppo, Suriah kelaparan dan ketakutan seiring dengan pengepungan dan penyerangan jet-jet tempur yang dilakukan pasukan rezim Suriah dibantu Rusia dan pasukan Syiah.

Rakyat Turki melalui organisasi bantuan kemanusiaan IHH mengirimkan 300 truk berisi 50 ton tepung untuk bahan baku roti, 2.500 paket makanan, 5.000 paket hygiene kit, 28.800 kardus susu, 5.000 ton daging, 5.000 paket roti, untuk memenuhi bantuan kemanusiaan mendesak bagi 400.000 warga di Aleppo, Suriah.

Berikut video singkat Bantuan Kemanusiaan IHH ke Aleppo yang diposting IHH melalui akun twitternya @IHHen pada 20 Agustus 2016:


*NB: Bagi Anda yang ingn berdonasi untuk kemanusiaan di Suriah bisa via Misi Medis Suriah (MMS).

Melalui rekening:

- MANDIRI 9000 0193 3072 0
(Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 9677 49
(Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 9997 500
(Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 5635 23
(Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)

Semua atas nama: IKRIMAH


Read More »

Jurnalis Perang Suriah Ini Kehilangan Istri dan 4 Anaknya yang Tewas Dibom Rezim Assad


Ali Abu Aljud jurnalis revolusi Suriah tinggal di Alepp lama. Hampir setiap hari keluar rumah untuk menggali berita yang terjadi di garis depan pertempuran.

Kemarin pandangan matanya nanar menatap tempat tinggalnya porak poranda. Sebuah bom birmil rezim Assad tepat jatuh di sana. Ada yang jauh lebih memilukan, ia dapati istri dan empat anaknya berlumuran darah dengan tubuh tercabik tak bernyawa.

Rahimahumullah wa taqabbalahum minasy syuhada....

Jika kehilangan satu yang dicinta membuat luka dalam menganga, maka alangkah pedihnya karena Abu Aljud kehilangan lima yang ia cintai seketika.

Sumber: fb Abu Zubair Ihsanul Fauqi


Read More »

Ingin Salurkan QURBAN Untuk SURIAH, Ini Caranya


Anda bisa berqurban di Suriah melalui MISI MEDIS SURIAH (MMS) yang akan menyalurkan QAurban anda untuk warga Suriah.

TATA CARA:

1. Batas waktu Qurban.
Waktu terakhir sampai Hari Raya Qurban yaitu pada tanggal 12 September 2016.

2. Cara berqurban.
Silahkan Transfer dana Qurban sesuai pilihan Saudara, dengan pilihan Sapi atau Kambing/Domba kerekening yang telah disediakan.

3. Setelah selesai proses transfer uang, Wajib menkonfirmasi ke Saudara Mukhtar (087841556155) agar bisa di data menjadi dana qurban agar tidak bercampur dengan donasi yang lain, jika tidak di konfirmasi maka dana tersebut akan masuk ke donasi kemanusiaan umum buat Suriah.

4. Bertawakal lah pada Allah InsyaaAllah Qurban kita menjadi Qurban yang terbaik. Biidznillah.

5. Jazakumullah khair atas kepercayaan saudara kepada Misi Medis Suriah.

Hewan kurban di Suriah:
Sapi = 2.000 USD (setara Rp 26.500.000)
Domba = 250 USD (setara Rp 3.400.000)

No rekening penyaluran Qurbani Suriah:

- MANDIRI 9000 0193 3072 0
(Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 9677 49
(Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 9997 500
(Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 5635 23
(Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)

Semua rekening diatas atas nama: IKRIMAH

Konfirmasi khusus kurban: 087841556155 (Mukhtar)

WAJIB KONFIRMASI. Bila tidak maka donasi akan dimasukkan ke dalam program umum kemanusiaan.

Jazakumullah khairal jaza
Allah Yubaarik Fiikum


Read More »

Perdana Menteri Turki: Assad Tak Punya Masa Depan di Suriah


[beritanews33.blogspot.com] ISTANBUL - Bashar al-Assad tidak dapat menjadi bagian dari masa depan jangka panjang Suriah, demikian ditegaskan Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, Sabtu (20/8).

Berbicara kepada perwakilan media asing di Istanbul, Binali Yildirim mengatakan: "Pertanyaannya adalah Assad tetap akan ada atau tidak? Assad bertanggung jawab atas kematian 500.000 orang. Bisakah Suriah maju dengan Assad dalam jangka panjang? Benar-benar tidak."

Perdana Menteri mengatakan baik AS dan Rusia sama-sama tahu bahwa Assad hanyalah menjadi beban bagi masa depan Suriah. "Hari ini, AS dan Rusia juga tahu bahwa Assad tidak muncul untuk menjadi pemersatu dalam jangka panjang. Untuk masa transisi, bisa ada pembicaraan (posisi Assad) sehingga kelancaran transisi damai dapat dibuat. [Tapi] menurut kami, baik PKK, Daesh (ISIS) atau Assad harus dihilangkan dari Suriah untuk memastikan perdamaian abadi," katanya.

Dia juga menyerukan semua pihak di Suriah untuk datang bersama-sama untuk masa transisi politik.

Perdana Menteri juga mengatakan Turki akan lebih aktif dalam enam bulan mendatang demi membangun perdamaian abadi di wilayah tersebut. Dia mengatakan Turki tidak akan membiarkan Suriah dibagi berdasarkan garis etnis dan sektarian.

Dia mengatakan langkah ini diperlukan untuk mencegah lebih banyak kematian sipil dan perpindahan orang (pengungsi) Suriah.

"Tujuan kami adalah untuk menyediakan solusi segera dengan struktur yang akan melibatkan mencakup AS dan Rusia, [dan] terutama negara-negara Teluk, Iran dan Arab Saudi," kata Yildirim.

Dia menambahkan ketidakstabilan di Suriah telah memproduksi kelompok teroris, yang kemudian menyebar ke negara-negara lain, seperti Turki dan Irak.

Turki berinisiasif telah memulai pembicaraan dengan Rusia dan Iran dalam mencari solusi atas krisis Suriah.

Sumber: Anadolu Agency


Read More »

Syiah Pendukung Assad Tuduh Foto Palsu, Inilah Kesaksian Fotografer yang Mengabadikan Omran


[beritanews33.blogspot.com] ALEPPO - Munculnya foto dan video evakuasi Omran Daqneesh, bocah Aleppo, telah memancing perhatian jutaan masyarakat dunia. Banyak yang bersimpati, tetapi ada pula (terutama dari kalangan Syiah pendukung Assad) yang menyebut foto itu palsu.

Mereka tak terima, ketika dunia menjadikan potret Omran sebagai SIMBOL KEBIADABAN REZIM ASSAD.


Mahmoud Rislan, fotografer yang mengabadikan momen tersebut memberikan kesaksiannya.

Mahmoud Rislan berhasil merekam proses penyelamatan Omran dari reruntuhan gedung setelah serangan jet tempur di Aleppo, Suriah. Foto dan videonya kemudian tersebar dan mengundang perhatian dunia.

Berikut kesaksian Mahmoud Rislan terkait proses penyelamatan Omran yang dipublikasikan oleh The Syiria Campaign, Kamis (18/08).

“Aku berada hanya 300 meter dari lokasi ledakan. Lewat pukul 19.00 waktu setempat, setelah melakukan shalat kami mendengar suara dentuman. Aku pun bergegas (menuju lokasi) bersama tiga aktivis media lainnya.

Hal pertama yang mencuri pandaganku adalah tiga jenazah diatas tanah, yang sedang diangkut ke atas ambulans. Mereka adalah tetangga-tetangga keluarga Omran. Semua bangunan hancur, termasuk gedung setinggi enam lantai, kini hanya tinggal puing reruntuhan.

Kemuadian aku menoleh untuk melihat bangunan setengah hancur milik keluarga Omran. Para petugas evakuasi “The White Helmet” (petugas kemanusiaan helm putih) berusaha memanjat tangga dekat bangunan. Padahal tangga di rumah Omran itu telah rusak. Aku pun bergabung untuk ikut membantu.

Korban pertama yang berhasil diselamatkan adalah Omran. Aku pun bergegas mengambil kamera dan mulai merekam. Belakangan baru kuketahui bocah itu baru berusia empat tahun.

Sebenarnya, suasana terlalu gelap untuk merekam. Namun, aku berusaha membuntutinya dan terus merekam. White Helmet pun mengangkut bocah itu ke ambulans, lalu meletakkannya di atas kursi. Kameraku terus merekamnya. Hal itu kemudian membuatku sadar, bagaimana dalamnya rasa trauma yang dialami anak itu. Settingan kamera lalu ku ubah dari fitur video menjadi pengambil gambar.

Tak terasa perlahan-lahan air mataku menetes saat mengambil gambar. Itu bukanlah kali pertamanya aku menangis. Berkali-kali aku menangis saat merekam rasa trauma yang dialami anak-anak (Suriah). Aku selalu menangis. Kami sebagai pejuang kamera selalu menangis. Tadi malam semua orang turut menangis.


Omran yang hanya diam telah mengugah hatiku. Tidak sedikit pun tangisan keluar dari mulutnya. Dia tidak pula mengeluarkan sepatah kata pun. Keadaan shock masih menghantui dirinya.

Aku pun teringat dengan putriku yang baru berumur tujuh hari. Terbayang di benakku, kejadian ini bisa saja menimpa dirinya bahkan setiap anak yang hidup di Aleppo maupun di seluruh penjuru Suriah.

Kemudian evakuasi The White Helmet dilanjutkan untuk menyelamatkan anggota keluarga Omran. Kakak sulung Omran yang bernama Omar lantas memandangku dan mengatakan “tolong jangan direkam”. Aku pun menurukan kameraku dan membalasnya, "sungguh sayangku, aku tidak akan merekam".

Terima kasih wahai Rabb, semua anggota Omran dalam keadaan selamat. Ibunya mengalami cedera berat di kakinya. Ayahnya menderita cedera di kepalanya. Saudara perempuanya yang masih berusia 7 tahun telah melalui operasi bedah sore ini dan berjalan dengan lancar.

Hari ini, ketika aku bangun tidur. Kulihat, foto yang ku ambil tengah menjadi pembicaraan seluruh dunia.


Aku pun merenung dan berharap agar semua foto anak-anak dan serangan Suriah dapat menjadi viral di dunia, agar semua orang tahu apa yang sebenarnya terjadi disini. Sehingga memungkin Omran dan putriku Amal dapat hidup normal layaknya anak-anak di dunia."

Sumber: thesun.co.uk, Kiblat.net


Read More »
 
Wkyes