Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Di Bojonegoro, Seorang Istri Tewas Tersengat Listrik, Saat Bantu Suami Benahi Pompa Air

Di Bojonegoro, Seorang Istri Tewas Tersengat Listrik, Saat Bantu Suami Benahi Pompa Air


www.beritapublic.com - Bencana banjir yang mulai surat di Kabupaten Bojonegoro justru membuat sedih keluarga Ruslan (50), penduduk RT-03/RW-01 Desa Mulyorejo. Kecamatan Balen. Isteri Ruslan, Siti Amanah (45) tewas akibat tersengat arus listrik di rumahnya, Jumat (2/12).

Korban tersengat arus listrik 220 volt ketika membantu membenahi kabel pompa air yang sedang dipindahkan suaminya dari genangan banjir. Almarhumah terpaksa dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Prambatan yang kebetulan lokasinya tidak mengalami kebanjiran parah seperti di TPU Desa Mulyorejo.

Kapolsek Balen AKP Rasito menambahkan, bahwa meninggalnya almarhumah murni kecelakaan. “Kami sudah memeriksa suami korban dan tetangga korban. Tidak ada unsur kesengajan dalam peristiwa tersebut,” ujar AKP Rasito.

Banjir luapan Sungai Bengawan Solo beserta anak-anak sungainya yang beberapa hari melanda seluruh perkampungan penduduk di daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Bojonegoro sisi wilayah Barat, memang mulai surut, Senin (5/12).

Mulai dari wilayah langganan banjir di Kecamatan Kalitidu, Kapas, Trucuk, Kecamatan Dander, dan Kecamatan Bojonegoro Kota, genangan banjir yang semula merendam rumah-rumah penduduk hingga satu meter, sebagian besar sudah surut tinggal antara 5 hingga 20 sentimeter saja.

Namun untuk wilayah Bojonegoro bagian Timur, mulai dari Kecamatan Balen, Kanor dan Kecamatan Baureno, genangan yang merendam rumah-rumah warga masih terjadi dengan ketinggian air antara 20 cm hingga 50 cm atau 0,5 meter.

“Elevasi air Sungai Bengawan Solo, Minggu sore di papan duga Karangnongko sudah menurun drastis dari 15,15 peilschaal menjadi 13,94 peilschaal. Karenanya kami sudah langsung turunkan dari Siaga III langsung ke Siaga I. Hanya saja penurunan status siaga itu bersifat sangat sementara, karena kondisi cuaca diprediksi masih akan turun hujan cukup deras dalam beberapa pekan mendatang,” ujar Kepala BPBD Bojonegoro, Andhik Sudjarwo.

Ia membenarkan, para pengungsi yang selama tiga hari sebelumnya bertahan di tenda-tenda daruat di badan jalan raya dan gedung serbaguna milik Pemkab Bojonegoro, mulai kembali ke rumah.

Dari catatan BPBD Bojonegoro, selama tiga hari terakhir hingga Minggu sore, tercatat 72 desa terendam banjir dan 8.531 unit rumah warga, 21 sekolah, 13 masjid dan 23 musala terendam banjir.

Meluapnya air Bengawan Solo karena dua tanggul di kawasan Piyak, Kecamatan Kanor dan Puncangarom, Kecamatan Baureno jebol, sehingga banjir makin meluap masuk ke permukiman warga. “Sekarang ini tinggal di wilayah timur, meliputi Kecamatan Kanor, Boureno, dan Balen yang masih tergenang banjir,” ujar Andhik Sudjarwo.(beritasatu)

Read More »

Catatan Sejarah: Umat Islam adalah Umat yang Selalu Menjaga Kebhinekaan Sejak Negeri Ini Berdiri

Catatan Sejarah: Umat Islam adalah Umat yang Selalu Menjaga Kebhinekaan Sejak Negeri Ini Berdiri

www.beritapublic.com - Berbicara mengenai Kebhinekaan seharusnya melihat sejarah perjalanan bangsa ini, sejak masa memperjuangkan kemerdekaan, masa mempertahankan kemerdekaan hingga masa mengisi kemerdekaan.

Bagaimana Pancasila bisa ada hingga saat ini, dan tetap menjadi lambang negara, walaupun sejarah mencatatkan kebesaran hati umat Islam yang rela menghapuskan kalimat “Ketuhanan dan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” yang termaktub dalam piagam jakarta, dan cukup menuliskan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama dalam pancasila.

Bangsa ini juga telah mencatatkan bagaimana kalimat takbir ‘Allahu Akbar’ menjadi kalimat yang mampu menggerakkan jiwa kepahlawanan para pejuang pada peristiwa 10 November di Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan.

Selanjutnya pada masa pemberontakkan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia yang dilakukan pada tahun 1926, 1948 dan 1965, Umat Islam melalui ulama dan para santrinya dipondok pesantren lah yang telah tercatatkan dalam sejarah di negeri ini menjadi korban kebiadaban atas pemberontakkan yang terjadi.

Apakah umat Islam itu lantas memaksakan kehendaknya? untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam?, Apakah umat Islam ingin bangsa ini mengakui semua jasa dan perjuangan umat yang telah diberikan? satu jawaban untuk semua pertanyaan itu yaitu TIDAK.

Umat Islam sejak negeri ini berdiri sudah menjadi umat yang toleran, selalu siap merangkul semua bagian dan siap duduk bersama; dengan tidak memandang agama, etnis, suku dan asalnya darimana.

Namun mengapa kini banyak pihak yang seolah memojokkan dengan jualan Umat ini seolah tidak toleran dan berencana menghancurkan kebhinekaan bangsa ini.

Apakah mereka lupa Bagaimana sejarah negeri ini berdiri? Jangan melupakan Sejarah!

Mereka yang berkoar koar tentang kebhinekaan dan Nasionalisme dan lalu memojokkan Umat saat ini, mungkin belum lahir dan tidak termasuk dalam perjalanan panjang sebuah sejarah tentang bagaimana negeri ini berdiri.

Aksi 2 Desember 2016 kemarin telah memberikan bukti, Umat Islam sebagai umat yang Mayoritas masih mampu memberikan rasa aman, rasa nyaman bagi semua.

Tidak ada kerusakan yang ditimbulkan, karena umat ini adalah umat yang rahmatan lil’alamin; rahmat bagi semua alam, yang sadar bagaimana pentingnya persatuan, kedamaian dan menghargai perbedaan.

Umat Islam hanya menginginkan hak atas keadilan dan penegakkan hukum, yang sudah dilengkapi dengan adanya bukti bukti pelanggaran hukum penodaan agama.

Yang dinistakan adalah agama Islam, apakah salah kalau mereka meminta hak keadilan dimata hukum atas pelanggaran tersebut?

Apakah pantas karena Umat menuntut hak beragamanya untuk jangan dinistakan, lantas mereka (umat Islam) dikatakan tidak toleran dan menghancurkan kebhinekaan.

Tidak akan ada asap kalau tidak ada api, jangan hanya mengusir asap tanpa mau menangkap sumber apinya.

Karena sejarah telah mencatatkan, bahwa umat ini telah menjaga kebhinekaan sejak negeri ini berdiri.

Jangan Pernah ajari soal kebhinekaan ketika diri anda masih memperjuangkan kepentingan sejumlah taipan dan bagian kepentingan politik sang penista agama; Ambigu kok dipelihara. [lingkaran]
Read More »

GNPF MUI Tetap Akan Menjalankan Demo 2 Desember

GNPF MUI Tetap Akan Menjalankan Demo 2 Desember


Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) tetap akan melanjutkan demonstrasi 2 Desember di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, mendatang walaupun mendapat larangan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Jadi kami tetap melaksanakan aksi super damai 2 Desember mendatang. Mungkin shalat Jumat masih bisa dibicarakan," kata Sekretaris Jenderal DPP FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (21/11).

Menurut Novel, Bundaran HI bisa ditutup saat car free day, dan hari raya tahun baru. "Namun kenapa ini kami yang belum tentu setahun sekali tak diizinkan?" kata Novel.

Novel menjelaskan, aksi mereka dilindungi oleh UUD 1945, UU Nomor 9/1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, dan UU Nomor 39/1999 tentang HAM.

"Kalau demo kami dilarang maka menentang kami sebagai warga negara Indonesia dalam berekspresi dan menyampaikan pendapat. Ini ada apa? Aki ketiga ini komandonya ada ditangan ulama, tidak ada yang lain. Aksi ini kami juluki super damai," ujarnya.

GNPF MUI menggelar demonstrasi dengan tujuan memenjarakan calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok telah ditetapkan polisi sebagai tersangka dugaan kasus penistaan agama, namun tak ditahan karena berbagai alasan.

Novel menjelaskan, aksi 2 Desember tidak terlaksana jika polisi menahan Ahok. "Kapolri tidak usah pusing-pusing. Ahok ditahan, kita tidak aksi."

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, sebelumnya, melarang demo 2 Desember 2016 yang dilakukan GNPF MUI. Berikut pernyataan lengkap Tito yang disampaikan di Lobi Gedung Utama Mabes Polri, Jalan Trunjoyo, Jakarta.

Ada sejumlah elemen melakukan penyebaran pers rilis. Akan ada kegiatan yang disebut Bela Islam Ketiga. Itu dalam bentuk gelar sajadah, Salat Jumat di Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan serta Bundaran HI. Kami sampaikan di sini bahwa kegiatan tersebut diatur pada Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak kontitusi dari warga. Namun tidak bersifat absolut.

Ada empat batasan dalam Undang-undang itu yang tidak boleh. Yang pertama, tidak boleh menggannggu hak asasi orang lain, termasuk memakai jalan, kalau jalan protokol itu tidak boleh dihalangi.

Yang kedua, tidak menganggu ketertiban umum, sangat jelas bahwa itu jalan protokol. Kalau itu diblok, otomatis akan mengganggu warga yang melewati jalan itu. Ibu-ibu yang melahirkan, mau berangkat ke RSCM bisa tergangu. Yang sakit bisa terganggu, yang mau bekerja juga bisa terganggu. Sopir taksi, angkutan, dan lain-lain bisa terganggu. Disamping itu, juga bisa memacetkan Jakarta, karena di jalan protokol, hari Jumat lagi. Itu menganggu ketertiban publik. Dalam penilaian kami kepolisian, oleh karena itu maka kami akan melarang kegiatan itu.

Melarang, kalau dilaksanakan akan kita bubarkan. Kalau tidak mau dibubarkan kita akan lakukan tindakan, ada ancaman hukuman dari Pasal 221, 212 KUHP sampai 218 KUHP. Yaitu melawan petugas. Kalau melawan satu orang 212 KUHP, melawan lebih dari tiga orang 213 KUHP, melawan sampai ada korban luka dari petugas 214 KUHP ancamannya berat, itu diatas lima tahun, tujuh tahun kalau ada korban luka dari petugas.

Oleh karena itu, Kapolda Metro akan melakukan maklumat pelarangan itu dan kemudian akan diikuti kapolda-kapolda lain yang kantong-kantong massa yang mengirim akan dikeluarkan maklumat dilarang berangkat bergabung dengan kegiatan yang melanggar undang-undang tersebut. Dan kemudian akan dilakukan tindakan

Sekali lagi, terkait kasus ini, Kasus Basuki Tjahaja Purnama sudah mendekati tahap akhir. [cnn]
Read More »

Kapolri Tito Minta Aksi 2 Desember Jangan di Bundaran HI, Cari Alternatif Lain.

Kapolri Tito Minta Aksi 2 Desember jangan di Bundaran HI, Cari Alternatif Lain.

beritapublic.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyarankan masyarakat yang berencana melakukan aksi unjuk rasa tanggal 2 Desember 2016 mendatang untuk mencari tempat alternatif selain di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Kalau dilakukan di jalan raya protokol dan Sudirman-Thamrin, Undang-undang sudah jelas menyatakan tidak boleh. Karena mengganggu ketenteraman hukum, banyak masyarakat berkepentingan nanti kena macet," ucap Tito saat mengunjungi Majelis Taklim Islamic Center Indonesia (ICI), di Jalan Kramat II, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).

Tempat alternatif seperti di lapangan Monas atau Masjid Istiqlal dinilai Tito lebih layak dari untuk menyampaikan aspirasi saat unras mendatang.

"Lakukan saja di tempat yang lebih afdol, di Masjid Istiqlal ada, di Lapangan Monas ada, banyak tempat yang tidak mengganggu," tuturnya.

Tito menambahkan aspirasi dan pendapat memang diperbolehkan bagi semua warga negara asalkan dijalankan sesuai dengan aturan.

"Sepanjang dilakukan dengan aturan dan undang-undang yang ada silakan saja," katanya.

Sebelumnya, juru bicara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Mu­narman, menyampaikan aksi Bela Islam jilid 3 akan berlangsung hari Jumat, 2 Desember 2017 mendatang.
Aksi bertajuk 'Persatuan dan Doa untuk Negeri' itu dikatakan olehnya tidak akan diisi orasi yang bisa memancing provokasi.

Munarman yang juga Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), mengatakan, aksi damai dilakukan karena Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hingga kini belum ditahan pasca-ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

"Aksi damai berdoa untuk negeri. Kami akan punya tagline bersatu dan berdoa untuk negeri. Aksi ini untuk mempersatukan Indonesia dan mendoakan Indonesia agar selamat, tidak tercerai-berai," kata Munarman, di Jakarta, Jumat.

Aksi damai tersebut akan dilakukan dengan salat Jumat bersama, dengan posisi imam berada di Bundaran HI. Sebelum salat Jumat, doa bersama akan dilakukan di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.[tribun
Read More »

Amien Rais ke Jokowi : Kalau yang lain ditangkap, kenapa ini kok bebas. Ada apa?

Amien Rais ke Jokowi : Kalau yang lain ditangkap, kenapa ini kok bebas. Ada apa?

beritapublic.com - Mantan ketua PP Muhammadiyah Amien Rais meminta kepada Presiden Joko Widodo lebih mengedepankan kepentingan bangsa yang lebih besar terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan tersangka Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Untuk itu segera menahan Ahok, sebab kasusnya sudah bukan lagi persoalan umat Islam dan berpotensi memecah-belah bangsa," kata Amien Rais usai memberi ceramah pada Resepsi Milad ke-107 Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhamamdiyah Kota Surabaya, di Graha ITS, Minggu (20/11/2016).

Amien mengatakan, hal itu perlu dilakukan sebelum terlambat. "Nasi belum jadi bubur, tangkap segera. Kalau yang lain ditangkap, kenapa ini kok bebas. Ada apa?," tegas Amien yang juga tokoh reformasi.

Amien menyampaikan hal itu agar Presiden Jokowi memerhatikan kepentingan bangsa yang lebih besar. Dia sendiri secara pribadi mengaku mengenal Jokowi sebagai teman baik.

"Tapi saya ingatkan agar cepat mengambil kebijakan. Tolong dipercepat selesai itu," katanya.

Menurut Amien, jika sampai Presiden Jokowi terlambat, maka sama saja dengan membunuh sejarah Indonesia. Bangsa ini, kata Amien, sedang gonjang-ganjing.

"Bangsa ini tarung, pecah. NKRI juga bisa bubar," ujarnya.

Amien menyarankan sebaiknya Jokowi tidak hanya mendengar masukan dari yang asal bapak senang.

"Dengarkan juga tokoh-tokoh dari kalangan ulama, intelektual, orang kampus, wartawan, dan lain-lain. Insyaallah mereka akan memberi pandangan yang imbang," katanya.

Di samping memberikan ceramah, Amien Rais berkenan meresmikan Panti Trensains Muhammadiyah Surabaya yang dibangun di Jalan Gresikan Surabaya. Trensains (pesantren sains) yang digagas dosen ITS Dr Agus Purwanto itu disiapkan untuk mencetak ulama yang ilmuwan atau ilmuwan yang ulama. Sebelumnya, Trensains telah berdiri di Sragen dan Jombang. [teropongsenayan]
Read More »

Kapolri Sebut Aksi 2 Desember Bukan Lagi Urusan Ahok, Curiga Ada Agenda Lain Dibaliknya.

Kapolri Sebut Aksi 2 Desember Bukan Lagi Urusan Ahok, Curiga Ada Agenda Lain Dibaliknya.

beritapublic.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut, rencana aksi 2 Desember nanti menyimpan agenda tersembunyi. Bukan lagi soal tuntutan proses hukum Ahok, melainkan sudah bernuansa politik.

"Kami sudah meminta tokoh dan ulama bicara tujuannya apa, kalo langgar UU akan kami tindak tegas. Karena ini bukan lagi urusan Ahok, kami jelas telah jamin proses hukum limpahkan kasus ke jaksa dan diharapkan secepatnya diproses ke ke pengadilan," kata Tito di Jakarta, Minggu (20/11/2016)

Tito mengatakan, aksi 2 Desember nanti, kata Tito Karnavian, sangat kental bermuatan politis. Polisi tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika sampai berpotensi mengganggu ketertiban umum.

"Kalau ada agenda lain, apalagi sampai blokir jalan sudahlah itu ada agenda politiklah. Kalao sampai ada tindakan mengarah makar maka kami akan melakukan tegas. Masyarakat jangan sampai terprovokasi," ujarnya.[tribun]
Read More »

Rachmawati Pastikan Tokoh Nasionalis Ikut Turun ke Jalan 2 Desember.

Rachmawati Pastikan Tokoh Nasionalis Ikut Turun ke Jalan 2 Desember.

beritapublic.com - Rachmawati Soekarnoputri memastikan sejumlah tokoh nasionalis akan ikut turun ke jalan dalam Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016.

Dijelaskan Rcahmawati, sejumlah tokoh nasional tidak hanya menyoroti soal dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahajat Purnama alias Ahok.

Tapi, akan disuarakan masalah Ahok yang menjadi agen kepentingan asing dan berlangsungnya struktur kolonialisme di ibukota.

“Harapan saya, kita secara serius melakukan konsolidasi untuk melakukan suatu aksi menyatakan sikap. Saya nanti akan coba, merekap kegiatan yang perlu dilakukan, bekerja sama dengan FPI menyikapi acara tanggal 2 nanti. Siapa tahu ada yang bisa memberikan usulan, melakukan class action,” kata Rachma, Minggu (20/11).

“Harapan saya, kita secara serius melakukan konsolidasi untuk melakukan suatu aksi menyatakan sikap. Saya nanti akan coba, merekap kegiatan yang perlu dilakukan, bekerja sama dengan FPI menyikapi acara tanggal 2 nanti. Siapa tahu ada yang bisa memberikan usulan, melakukan class action,” lanjutnya.

Tokoh nasionalis, sambungnya, juga akan melaporkan Ahok atas pernyataannya kepada media Australia yang menyebut massa Aksi 4 November dibayar per kepala Rp 500 ribu.[pojoksatu]
Read More »

Isu Ancaman Rush Money Makin Santer, Netizen: "Sebelum Tidak Kebagian, Mending Tariiiiik...!"


beritapublic.com -  Meningkatnya kekhawatiran masyarakat beberapa hari ini karena isu rush money, atau menarik uang secara besar-besaran dan serentak, yang dianggap sebagai langkah menekan rezim pemerintahan untuk mengadili Ahok si tersangka penista agama.

Isu aksi rush money berkembang dan mendapat kecaman keras dari pihak-pihak pemerintahan Jokowi, karena dinilai bisa berujung pada penggulingan rezim.

Salah seorang netizen, Ndika Mahrendra, pegiat marketing online, mengulas tentang ancaman RUSH MONEY 25/11, berikut analisanya:

+ Belakangan santer berhembus isyu ajakan untuk melakukan money rush, atau menarik uang dari bank yang dilakukan banyak orang dalam waktu hampir bersamaan.

+Ada yang bersemangat. Ada yang menolak, dan ada yang biasa-biasa saja.
Saya akan coba bahas sedikit teori sistem keuangan dunia, yang ini juga terjadi di indonesia.
Tulisan ini beresiko mengubah sikap anda, atau malah membuat anda semakin yakin.

++ Begini....
Dalam international monetery system, ada sebuah rumus sederhana yang diberi nama Fractional Reserve.
Rumusnya begini :
9 : 1
9 sebagai kelebihan cadangan. Dan 1 bagian sebagai cadangan wajib!

+ Jadi setiap uang tunai yang disetorkan nasabah, bank akan membaginya menjadi dua bagian sesuai rumus Fractional Reserve.

+Kita buat study kasus saja ya biar mudah dipahami.
Misalkan ada seorang wanita bernama bunga. Dia membawa uang tunai 100 juta.

+ Sesuai rumus fractional reserve, uang bunga akan dibagi menjadi dua bagian.
90% diambil sebagai kelebihan cadangan. Maka uang bunga yang dijadikan kelebihan cadangan adalah : 90.000.000
Sementara cadangan wajib adalah 10.000.000.

+ Cadangan wajib adalah uang yang harus tersedia, buat jaga-jaga kalau nasabah mengambil uangnya.
Karena itu, uang 10 juta milik bunga akan ditaruh di atm atau brangkas bank.

+Sementara kelebihan cadangannya, yang 90 juta itu tidak ditaruh brangkas atau atm.
Tahu kemana larinya?
Yes..., untuk disalurkan kepada orang-orang yang suka ngutang bank.
Yang suka ngutang di bank adalah orang-orang kaya, yang sok kaya atau korban sales.

+ Kebayangkan kalau orang-orang kaya bikin banyak bisnis dan modalnya ngutang bank?
Yeah.., itu artinya orang-orang kere ngasih modal orang kaya. Cuma lewat perantara bank.
So, sebenarnya anda ini investor. Investor yang memodali bisnis orang-orang tajir!

+ Aslinya ada yang serem banget sih soal fractional reserve. Sebab rumus ini bisa menghasilkan keuntungan dari udara kosong. Bisa melipat gandakan uang dengan jumlah lebih besar dibanding metodenya Kanjeng Dinas Taat Pribadi.
Kalau anda baca ebook Otak Uang yang pernah saya tulis, anda akan menemukan begitu banyak hal serem soal dunia perbankan. 
Bahkan karena ebook ini, saya sering sekali mendapatkan teror dan ancaman mau dibunuh.

++ Tapi saya hanya akan fokus saja soal rumus 9:1 tadi saja.
Yang intinya, anda bisa pahami bahwa rumus iru berlaku untuk sekua uang tunai yabg ditabung di bank.

+ Artinya, di mesin-mesin atm dan brangkas bank, isinya hanya 10% dari seluruh uang tunai yang ditabung nasabah.
Sementara yang 90% berada di tangan para tukang hutang.

++ Simpel sekali membacanya.
Kalau semua nasabah mengambil 10% saja dari nilai tabungan mereka, maka perbankan sudah pasti akan kolaps. Mereka kehabisan stok uang tunai dan kehilangan liquiditasnya.
Sebab mereka memang cuma nyimpan 10% saja dari nilai tabungan nasabah.

+ Hal ini terjadi pada tahun 1998. Dalam kondisi chaos, masyarakat beramai-ramai melakukan rush. Dan terbukti, indonesia krisis.
Tahun 2008 nyaris terulang. Kalau saja pemerintah tidak memberikan bail out kepada bank century, maka rush akan terjadi lagi.

+ Memang sih banyak yang bilang century hanya bank kecil. Jadi mustahil menyebabkan krisis yang sistemik.
Tapi perlu diingat, bahwa sekarang arus informasi lebih cepat dibanding kereta cepat
Century memang bank kecil. Tapi isyu bank kolaps akan membuat orang takut. Kalau takut, maka mereka akan melakukan rush.
Kalau terjadi rush, ambruklah sistem moneter kita!

+ Jadi, terlepas uang triliunan bail out century dikorup atau enggak, menurut saya mengeluarkan uang sebanyak itu malah lebih murah dibanding akibat kalau terjadi rush.

++ Nah..., kalau sekarang ramai ajakan rush dan mengosonkan rekening bagi umat islam, maka akibatnya sudah bisa dibaca.
Jangankan mengosongkan rekening, semua umat islam menarik 10% saja tabungannya, maka bank sudah pasti akan kolaps.

+ Jadi gerakan money rush itu jelas menakutkan bagi penguasa. Lebih ngeri dibanding gerakan stop membayar pajak.
Jadi cuma orang enggak paham dunia moneter saja yang bilang enggak menakutkan.

+ Ingat, di brangkas bank hanya ada 10% dari uang anda. Sisanya hanya udara kosong, dan kesan seolah semuanya baik-baik saja.
Jadi pahami semua konsekuensinya, sebelum berkata ya atau tidak untuk gerakan #moneyRush 25/11

++ Terus enaknya ikut tarik uang enggak nih?
Terserah saja. Yang pasti perbankan dan penguasa tidak akan senang!
Tapi point saya adalah :
Kalau rush money ini dilakukan hanya untuk menekan pemerintah agar #memenjarakan Basuki, maka ongkos yang kita bayar sebagai sebuah bangsa akan terlalu tinggi.

++ Kalau menurut anda artikel ini #bermanfaat, anda boleh #klik tombol share...

***

Penjelasan Ndika Mahrendra ini mendapatkan banyak komentar. "Sebelum Tidak Kebagian, Mending Tariiiiik...!", tulis  para netizen yang ikut membagikan postingan Ndika Mahrendra. [fb]
Read More »

Lebih 81 Ribu Peserta Ikuti Seleksi Penyuluh Agama Islam


beritapublic.com - Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam menggelar Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non PNS. Sebanyak 81.071 peserta tercatat mengikuti seleksi yang digelar serantak di 34 provinsi hari ini, Ahad (20/11).

Mereka memperebutkan 45 ribu kuota penyuluh yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap Kantor Urusan Agama (KUA) akan menerima delapan penyuluh baru. Tes seleksi berlangsung sejak pukul 08.00 waktu setempat di beberapa tempat yang telah disiapkan panitia, seperti kelas madrasah dan lainnya.

"Seleksi kali ini merupakan yang pertama kali dilakukan serentak dengan standar yang sama. Transparansi menjadi ikon rekrutmen PAI Non PNS tahun ini," kata Direktur Penerangan Agama Islam, Muchtar Ali.

Sejak awal, kata Muchtar, proses rekrutmen diumumkan secara terbuka di Kankemenag kabupaten/kota, elain diumumkan melalui media cetak dan elektronik. Menurutnya, persyaratan peserta minimal pendidikan S1, kecuali dalam kondisi tertentu boleh SMA atau sederajat.

Mereka yang terpilih akan menjalani masabhakti sebagai penyuluh selama 3 tahun, yaitu 2017-2019. "Jadi akan ada rekrutmen lagi pada tahun 2019," tegasnya.

Tes seleksi penyuluh dilakukan dalam tiga tahap, seleksi administrasi, test tulis, dan wawancara. Seleksi administrasi salah satunya memuat ketentuan bahwa PAI non PNS berasal dar jurusan non pendidikan, kecuali dalam kondisi tertentu. Peserta yang lulus seleksi administrasi diperkenankan mengikuti seleksi tulis dan wawancara.

Tes tulis terdiri dari 100 soal yang terbagi dalam tiga materi, yaitu: wawasan keagamaan, wawasan kebangsaan dan kepenyuluhan agama Islam. Pantauan di beberapa lokasi, pelaksanaan test tulis hari ini berjalan sesuai prosedur.

Tes penyuluh di Kabupaten Kuningan diikuti oleh 306 peserta. Menurut Kepala Kemenag Kuningan Undang Suherman, mereka akan memperebutkan 256 kuota penyuluh.

Sementara di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dari 317 mendaftar, yang lolos administrasi hanya 231 dan akan memperebutkan 152 kuota. Menurut Kepala Kemenag Grobogan, Arifin, pihaknya secara ketat melakukan seleksi administrasi tanpa pungutan sepeser pun.

"Kami optimis melalui seleksi ini akan lahir penyuluh berkualitas. Kami menyambut rekrutmen terbuka ini, karena mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat," tuturnya.

Antusiasme tinggi juga dirasakan di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Sejak pukul 08.00 WIT, sebanyak 23 orang mengikuti test. Meski harus menempuh perjalanan berat, para peserta tampak semangat mengikuti tes.

"Meski kami ini di kampung, alhamdulillah semangatnya tidak kalah dengan kota," ujar Nadia, salah satu pengawas di Raja Ampat.

Hasil seleksi ini rencananya akan diumumkan pada 1 Desember secara nasional melalui website Kemenag. (rm)
Read More »

Soekarno Institute: Kondisi Saat Ini Mirip Jelang G30S PKI, Panglima TNI Berusaha Menyadarkan Jokowi




beritapublic.com - Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyebutkan bahwa Prajurit TNI juga siap untuk berjihad dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dikomentari Pengamat dari Soekarno Institute for Leadership, Gede Siriana.

Bagi dia, pernyataan yang dilontarkan Gatot di Pangkalan Udara TNI AU Soewondo Medan itu untuk mengkritik para pendukung Ahok yang terindikasi berbau-bau pengaruh Partai Komunis Cina.

"Ucapan Panglima TNI ini seperti menegaskan  kembali peringatan Panglima TNI yang disampaikan dalam ILC minggu lalu bahwa kekuatan asing sedang mencoba menguasai NKRI dengan memecah belah rakyat NKRI," kata dia kepada redaksi, Sabtu malam (19/11).

Analisis Gede, dalam konteks geopolitik,  Cina memang sedang berusaha menguasai Asia Pasifik dan mengambil alih pengaruh AS dengan kebijakan SILK ROAD Maritim. Dengan instrumen OBOR, Cina ingin negara-negara Asia Pasifik menyediakan pembangunan infrastruktur bagi kepentingan ekonomi Cina.
Nah, kata Gede lagi, pernyataan Gatot jelas menegaskan bahwa TNI berada bersama-sama dengan kekuatan-kekuatan Islam dan Nasionalis. Apalagi, ucapan itu disampaikan saat melakukan istigoshah bersama para Kiayi.

"Bahkan Panglima TNI menghargai setiap proses demokrasi, termasuk demonstrasi oleh warga Indonesia. Artinya Panglima secara jeli melihat bahwa demonstrasi 411 adalah merupakan reaksi kemarahan umat atas kasus penistaan agama oleh Ahok. TNI pasti sudah tahu siapa dalang yang sebenarnya ingin merusak kebhinekaan NKRI," terang dia.

Gede menambahkan, kondisi saat ini sama dengan situasi menjelang G30S PKI 1965 ketika kelompok komunis berusaha menguasai pengaruh di istana presiden.

"Sementara kelompok Islam dan TNI juga berusaha menyadarkan presiden," tandasnya.
Read More »

Ada yang Berusaha Memecah Belah Bangsa, Ini Pesan Bachtiar Nasir pada Saudara Non Muslim & Tionghoa


beritapublic.com - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF-MUI) mengadakan konferensi pers pasca ditetapkannya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka di Gedung AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan pada Jum’at (18/11/2016).

Dalam kesempatan itu, Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir menyampaikan pesan pembuka yang ditujukan kepada seluruh masyarakat bangsa Indonesia.

Menurut Bachtiar, saat ini ada pihak-pihak yang berusaha memecah belah bangsa dan mengganggu keharmonisan antar umat beragama di Indonesia.

Berikut salinan lengkap pesan Bachtiar Nasir yang diterima JITU Islamic News Agency;

“Kepada saudara-saudaraku dari kalangan non muslim, nasrani, hindu, budha, dan yang lainnya, kalian adalah saudara-saudara kami sesama warga negara Indonesia, dan kami cinta kalian semua.

Kepada saudara-saudaraku dari Tionghoa, kita adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama. Kami tidak marah kepada Anda, justru kami kecewa dan kami marah kepada orang-orang, kelompok-kelompok yang memecah belah kita.

Para pemodal-pemodal yang menempatkan aktor politik dengan menggunakan tangan-tangan keamanan yang mengganggu keharmonian kita sesama umat beragama, yang menganggu keharmonian kita sesama warga negara Indonesia.

Karenanya, misi kami adalah bersatu. Dan untuk persatuan Indonesia,” ujar Bachtiar.

Hadir juga pada konferensi pers tersebut, Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Shihab, Wakil Ketua GNPF MUI Muhammad Zaitun Rasmin, KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie, beserta tokoh ormas Islam dan Nasional lainnya. [islampos]
Read More »
 
Wkyes