Showing posts with label ERDOGAN. Show all posts
Showing posts with label ERDOGAN. Show all posts

Wawancara dengan Le Monde, Erdogan "Ceramahi" Para Pemimpin Eropa tentang Demokrasi


[beritanews33.blogspot.com] Tiga minggu setelah usaha kudeta yang mengguncang Turki pada malam 15 Juli, Presiden Recep Tayyip Erdogan menerima wartawan dari media terbesar Perancis Le Monde, pada Sabtu (6/8) di Istanbul. Ini adalah wawancara pertamanya dengan pers Barat sejak peristiwa kudeta.

(Video wawancara ada di bawah).

Erdogan "ceramahi" para pemimpin Eropa dan Amerika karena tidak memiliki empati dan dukungan untuk Turki dalam menjaga demokrasi.

Perhatikan gestur dan intonasi tegas Mr Erdogan saat "ceramahi" para pemimpin Eropa dan AS tentang apa itu demokrasi.

Benar-benar pemimpin berkarakter... gak plonga plongo :)

Wawancara Le Monde ini sebelum Erdogan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa (9/8) di Saint-Petersburg, Erdogan menyatakan kemungkinan batalnya kesepakatan dengan Uni Eropa (UE) pada masalah Pengungsi dan HAM.

Mr. Erdogan:

“Selama upaya kudeta, sejumlah pemimpin dunia Barat menghubungi saya melalui telepon. Itu tidak cukup. Kami tidak menghadapi serangan teroris biasa. Kami telah menderita dengan 240 martir dan 2.200 orang telah terluka. Seluruh dunia mengambil sikap ketika Charlie Hedbo diserang. Perdana Menteri kami bergabung dalam pawai di jalan-jalan Paris. Saya berharap para pemimpin dunia bereaksi dengan cara yang sama dengan apa yang terjadi di Turki dan bahwa mereka tidak akan hanya menggunakan beberapa klise untuk mengutuk kudeta. Atau mereka bisa datang ke sini.”

“Dunia Barat tidak konsisten di sini dengan nilai-nilai yang mereka dukung. Dunia Barat seharusnya menunjukkan solidaritas dengan Turki, sama seperti nilai-nilai demokratis yang mereka adopsi. Sayangnya pemimpin Barat telah memilih untuk meninggalkan rakyat Turki untuk berjuang sendiri. Barat seharusnya tidak direpotkan tentang jumlah orang yang ditangkap atau dipecat. Sebuah negara memiliki hak untuk memperkerjakan dan memberhentikan pegawai negeri sipil sesuai keinginan, dan Turki tidak pernah ikut campur dalam hal ini di Barat. Terserah pada kami untuk memutuskan siapa yang kami inginkan tetap bekerja dan yang ingin kami berhentikan. Pemerintah harus tahu tempat mereka. Kami berjuang melawan upaya kudeta, melawan teroris. Dunia Barat harus memahami apa yang kami hadapi.”

“Ketika Mr Putin menelepon saya untuk menyatakan bela sungkawa, ia tidak mengkritik saya tentang jumlah orang dari dinas militer atau sipil yang telah diberhentikan. Sedangkan semua orang Eropa bertanya: mengapa begitu banyak tentara yang ditahan, mengapa begitu banyak PNS dipecat? Anda harus benar-benar memahami peristiwa yang telah kami lalui sebelum mengambil keputusan: Parlemen dan kantor badan intelijen telah dibom. Bahkan Kompleks Presiden diserang oleh pesawat tempur; enam syuhada kehilangan nyawa mereka. Alih-alih menunjukkan empati, para pemimpin Barat menunjukkan reaksi yang berlawanan. Hal ini membuat kami sedih dan itu tidak dapat diterima.”

Le Monde: Apakah Anda mempertimbangkan membina kembali hubungan Anda dengan dunia Barat, apakah itu dengan Uni Eropa (UE), NATO atau Amerika Serikat?

Mr. Erdogan: Ini adalah tugas dari negara-negara anggota Uni Eropa untuk mencoba dan menilai kembali hubungan mereka dengan Turki. Kami telah di berada gerbang Eropa selama lima puluh tiga tahun sampai sekarang. Uni Eropa bertanggung jawab dan bersalah untuk situasi ini. Tidak ada negara yang pernah diperlakukan dengan cara seperti Turki diperlakukan. Ketika saya berpartisipasi dalam KTT Eropa pertama saya, Uni Eropa hanya memiliki 15 negara anggota. Uni Eropa memiliki sikap bias dengan membuka negosiasi (untuk keanggotaan Turki) yang tidak pernah menang di mana saja. Ini menunjukkan kurangnya ketulusan yang sangat jelas.

Uni Eropa tidak berperilaku dalam cara yang tulus terhadap Turki. Saat ini ada 3 juta pengungsi di Turki, dan satu-satunya kekhawatiran negara-negara anggota Uni Eropa adalah bagaimana supaya para pengungsi tidak mencapai wilayah mereka. Uni Eropa menyarankan Kami menerima kembali readmissions (migran yang datang dari Turki) dalam pertukaran untuk liberalisasi visa bagi warga negara Turki. Perjanjian diterima dan liberalisasi visa mulai berlaku secara bersamaan pada tanggal 1. Sekarang bulan Agustus dan liberalisasi visa masih tertunda. Jika klaim kami tidak dipenuhi, kami harus menghentikan readmissions.

Le Monde: Bagaimana dengan Amerika Serikat?

Mr. Erdogan: Kepala organisasi teroris (yang telah mengobarkan kudeta 15 Juli) telah tinggal di Amerika Serikat sejak tahun 1999. Saya meminta Presiden Obama untuk mengekstradisi Gulen. Dia meminta saya memberikan dokumen dan bukti. Saya menunjukkan kepadanya bahwa ketika Amerika Serikat meminta teroris untuk diekstradisi, kami tidak pernah meminta apa-apa dan hanya melakukannya. Berdasarkan kemitraan strategis kami, Amerika Serikat harus mengekstradisi orang ini sejak Turki telah mengekstradisi sekitar sepuluh teroris ke Amerika Serikat. Kami mengirim 85 peti dokumen ke Amerika Serikat. Sekarang saya berharap Gulen akan diekstradisi ke Turki sesegera mungkin. Hal ini akan memungkinkan perasaan anti-Amerika di Turki diredam.

Pada tanggal 24 Agustus, Mr. Kerry [kepala diplomasi Amerika] akan datang ke Turki untuk kunjungan resmi. Ini terlambat, sangat terlambat. Hal ini membuat kami sedih. Apa lagi yang Amerika butuhkan? Turki menghadapi kudeta dan mereka butuh 45 hari sebelum mengirim perwakilan ke Turki ? Ini mengejutkan. Ketika World Trade Center diserang (pada 2001/09/11), saya langsung bereaksi: Saya mengutuk serangan dan saya menyatakan itu sebagai kejahatan teroris. Saya berharap pejabat Amerika juga menyatakan kecaman yang lebih kuat dan datang ke Turki. Sayangnya, hal itu tidak terjadi.

Le  Monde: Model peradaban apa yang Anda ada dalam pikiran Anda untuk Turki: Eropa atau persatuan Arab-Muslim?

Mr. Erdogan: Turki adalah bagian dari dunia modern dan peradabannya tidak dibatasi. Dalam PBB, kami telah menetapkan Aliansi Peradaban (UNAOC) yang mencakup 146 negara anggota karena kami menolak teori Samuel Huntington – benturan peradaban. Proyek kami adalah tidak parsial maupun lokal.

Le Monde: Pada tanggal 9 Agustus, Anda akan bertemu Vladimir Putin di Saint-Petersburg. Apakah Anda merasa lebih dekat kepadanya daripada para pemimpin Barat?

Mr. Erdogan: Apakah Anda menganggap Mr Putin sebagai pemimpin Timur? Saya pikir Federasi Rusia harus dipertimbangkan baik di Eropa dan negara Asia. Dunia Barat mencoba untuk mengecualikan Rusia; kami tidak. Pernah terjadi insiden pesawat Rusia (pesawat Rusia ditembak jatuh oleh dua pesawat Turki di perbatasan Turki-Suriah pada November 24, 2015), tapi kunjungan 9 Agustus telah direncanakan jauh sebelum upaya kudeta. Pertemuan ini akan menandai langkah baru dalam hubungan antara kedua negara.

Le Monde: Mungkinkah pemulihan hubungan dengan Rusia mengubah posisi Anda mengenai rezim Bashar Al-Assad?

Mr. Erdogan: Memecahkan teka-teki Suriah membutuhkan keterlibatan beberapa pihak penting: Rusia, Turki, Iran, Arab Saudi, Qatar, Amerika Serikat. Kami selalu mendukung solusi konflik melalui perundingan secepatnya. Tapi solusi ini tidak dapat diambil jika Bashar Al-Assad masih berkuasa. Dia harus segera meninggalkan kekuasaan. Ketika dia pergi, akan ada kemungkinan untuk menemukan nama dimana semua orang dapat menyetujui dan jika pemilu diselenggarakan tanpa partisipasi Assad, transisi akan mungkin terjadi. Kami telah melakukan diskusi persiapan yang mengarah ke solusi tersebut. Hingga kini, 600.000 orang telah tewas di Suriah. Siapa yang harus disalahkan untuk ini? Assad.


Kita seharusnya tidak mendukung orang yang bertanggung jawab atas kematian 600.000 warganya sendiri. Namun beberapa orang mendukungnya. Jika kita percaya pada demokrasi, kita seharusnya tidak memainkan permainan ini. Kita harus mengikuti arah lain. Saya pikir dunia Barat sedang mencoba untuk mempelajari tentang hal ini. Apakah itu Jerman, Prancis, atau Inggris, bersama-sama tentu saja dengan Rusia yang merupakan pemain penting, kita semua harus duduk di meja dan berdikusi mengapa 600.000 orang telah tewas. Hal ini sangat menyakitkan bagi saya. Fakta bahwa begitu banyak orang telah dibantai di Suriah harus mendorong kita untuk tidak mendukung Assad. Apakah benar-benar tidak ada orang lain untuk menjalankan negara ini? Beberapa mengatakan bahwa jika Assad meninggalkan kekuasaan, Daesh (ISIS) akan mengambil alih kekuasaan. Ini tidak akan terjadi. Bersama-sama kita bisa melawan rezim ini sama halnya kita bersama bertempur melawan Daesh. Ini adalah tugas kita untuk memberikan rakyat Suriah kemungkinan untuk memilih orang yang mereka inginkan. Ini adalah satu-satunya solusi. Kita tidak bisa menyatakan bahwa kita tidak percaya rakyat Suriah dan membiarkan orang lain menentukan masa depan negeri ini.

Le Monde: Apakah direbutnya kembali Aleppo oleh rezim Suriah adalah garis merah bagi Turki?

Mr. Erdogan: Situasi saat ini berkembang di Suriah. Pasukan oposisi berusaha mendapatkan kembali wilayah dari rezim Suriah. Proses ini sangat rumit. Jika Aleppo jatuh [ke tangan rezim], itu akan menjadi masalah besar bagi Turki. Karena banyak dari orang-orang yang melarikan diri dari Suriah tentu menuju ke negara kami. Banyak penduduk kota-kota di perbatasan Turki, seperti Gaziantep dan Kilis misalnya, memiliki kerabat di Aleppo. Kami tidak pernah mengatakan kami akan menutup pintu. Jika ada arus baru pengungsi, kami akan menyambut mereka. Kami tidak memiliki sikap yang sama seperti orang Eropa mengenai hal ini. Kami tahu bahwa orang-orang tersebut melarikan diri pemboman, dan konsep humanis kami serta keyakinan agama kami mengharuskan kami untuk menyambut mereka. Kami telah menyambut tiga juta pengungsi. Kami akan menyambut satu juta lagi jika perlu. Kami juga menyambut pengungsi dari Irak: Yazidis, Muslim, Kristen, kami menyambut semua orang, tanpa pandang bulu. Sejauh ini, bantuan yang ditujukan untuk pengungsi mencapai sekitar 13 miliar dolar, dan 20 miliar dolar jika bantuan dari LSM disertakan. Dan kami memiliki proyek untuk masa depan. Saudara-saudara kami dari Suriah akan memiliki kemungkinan untuk menjadi warga negara Turki – kami sedang mengerjakan ini.

Le Monde: Apakah Anda berpikir bahwa orang yang terlibat dalam kudeta harus dihukum dengan hukuman mati?

Mr. Erdogan: Keputusan ini harus datang dari rakyat. Mengenai hukuman mati, saya berpikir bahwa jika seseorang terbunuh, hanya keluarga mereka dapat memutuskan apa yang harus terjadi pada para pembunuh. Jika keluarga memutuskan untuk mengampuni mereka, mereka dapat melakukannya; tetapi tidak mungkin bagi negara untuk mengambil keputusan seperti itu. Tentu saja peradilan dapat memberikan amnesti, tetapi jika jutaan orang di negara itu menuntut hukuman mati, permintaan ini akan dipertimbangkan oleh Parlemen, yang akan memutuskan apakah perlu diberlakukan kembali, bahkan jika KUHP sudah mengatur vonis yang sangat ketat terhadap orang-orang yang terlibat dalam kudeta. Hukuman mati masih efektif di beberapa negara bagian Amerika Serikat dan di Jepang. Hal ini juga berlaku di Indonesia, Arab Saudi, Cina dan banyak negara lainnya. Dan telah dihapuskan terutama di Eropa. Itu adalah hak alami rakyat Turki untuk memutuskan apakah hukuman mati – yang belum pernah diberlakukan sejak tahun 1984 (dan dihapuskan pada tahun 2004) – harus diaktifkan kembali atau tidak. Jika DPR memutuskan untuk memberlakukan kembali hukuman mati, kami tidak akan memperhitungkan apa yang dipikirkan pihak lain, kami akan menerapkannya.


Le  Monde: Tidakkah upaya pembersihan besar-besaran di tentara, polisi dan sistem peradilan melemahkan negara? Semua menilai Turki saat ini sedang menghadapi ancaman teroris ganda – seperti yang telah Anda sampaikan – datang baik dari Daesh dan pemberontak Kurdi PKK?

Mr. Erdogan: Langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk membasmi ancaman terhadap keamanan. Orang-orang yang ditangkap atau dipecat yang terkait dengan organisasi Gulen seharusnya tidak memiliki posisi mereka di tempat pertama. Pasukan keamanan Turki berperang melawan PKK, tetapi ada beberapa orang yang bekerja di sistem peradilan yang mendukung teroris. Bahkan tentara telah disusupi oleh anggota organisasi teroris Gulen. Kami sekarang berusaha untuk menghilangkan sel-sel kanker dan secara bersamaan juga serius memerangi Daesh dan PKK. Namun Amerika mendukung PYD di Suriah – afiliasi lokal dari PKK – dengan senjata dan bahan peledak. Jenis kemitraan seperti apa ini? Kami tidak mengerti perbedaan antara teroris yang baik dan buruk. Kami diberitahu bahwa PYD berjuang melawan Daesh dan ini membuat mereka menjadi teroris yang baik. Tapi front Al-Nusra juga berjuang melawan Daesh dan mereka dianggap sebagai teroris buruk. Kami mengklaim bahwa semua teroris buruk dan bahwa kita perlu berjuang bersama-sama untuk menghadapi semua teroris.

Le Monde: Anda adalah pemimpin pertama Turki yang memulai pembicaraan damai dengan PKK. Apakah ada kesempatan untuk melanjutkan negosiasi?

Mr. Erdogan: Saya ingin menjelaskan sesuatu di sini: Saya tidak pernah memulai pembicaraan damai dengan PKK. Intelijen Turki pernah bertemu dengan Ocalan [pemimpin senior PKK, saat ini menjalani hukuman seumur hidup – red]. Saya belum pernah bertemu dengan teroris, bukan sebagai Perdana Menteri atau Presiden. Sebuah negara tidak bisa bernegosiasi dengan teroris. Terlalu banyak korban tewas dalam konflik dengan PKK. Ini bukan soal balas dendam, tapi soal keadilan. Negara dan semua institusi akan terus bekerja pada semua tingkatan termasuk pembangunan infrastruktur. Selama bertahun-tahun, wilayah yang diduduki oleh organisasi teroris telah kehilangan investasi. Perusahaan swasta dan publik tidak ingin pergi ke daerah ini karena kurangnya keamanan. Ada pemboman dan perusakan. Sekarang hal-hal menjadi lebih baik. Kami memiliki proyek transformasi perkotaan untuk kota di daerah tersebut. Bangunan akan dibangun kembali dan orang-orang yang telah melarikan diri zona perang akan dapat kembali dan tinggal di rumah-rumah modern, dengan sekolah-sekolah modern dan tempat ibadah yang modern.

Le Monde: Oposisi memihak kepada Anda untuk melawan anggota kudeta. Wakil-wakil mereka diundang ke pertemuan besar pada hari Minggu. Tapi HDP partai pro-Kurdi tampaknya akan dikeluarkan dari konsensus ini, meskipun juga telah mengutuk kudeta. Mengapa demikian?

Mr. Erdogan: Partai ini mendukung teroris dan didukung oleh organisasi teroris – PKK. Selanjutnya, partai ini bukan partai rakyat Kurdi seperti klaim mereka. Kekuatan politik dengan jumlah terbesar warga asli Kurdi adalah partai yang saya dirikan – AKP. Kesalahpahaman perlu diluruskan disini. Memang benar bahwa HDP didukung oleh beberapa warga Kurdi, tapi mereka sering menggunkan teroris untuk mengancam dan memaksa warga. Ketika organisasi teroris tidak ada lagi, partai ini juga akan hilang. Mereka tak berdaya dalam pemilu Juni dan pemilu November 2015 karena warga menyadari di mana kebenaran berada. Misalnya dewan kota yang dijalankan oleh HDP di Tenggara menggali banyak parit. Parit tersebut tidak dirancang untuk pipa air atau gas; parit dimaksudkan untuk mencegah pasukan keamanan melakukan operasi kemanan secara efektif. Sebagai Presiden Republik Turki, saya tidak bisa mengundang pemimpin partai tersebut yang didukung oleh organisasi teroris dalam pertemuan untuk mendukung demokrasi dan syuhada. Para pemimpin HDP bebas untuk mengekspresikan diri di parlemen, tapi kami tidak ingin berbagi podium yang sama dengan mereka. Jika kami mengundang mereka, orang-orang tidak akan mengerti. Kami tidak ingin memusuhi orang-orang kami; kami ingin menyatukan bangsa kami di jalan menuju masa depan yang lebih baik.

[Berikut kutipan video wawancara Le Monde - perhatikan gestur dan intonasi Mr Erdogan saat "ceramahi" para pemimpin Eropa dan AS tentang apa itu demokrasi]



*Sumber:
- Link asli: lemonde
- Terjemahan: MiddleEastUpdate
- Youtube

Read More »

FAKTA vs HOAX Bikinan Haters Erdogan


Beberap pihak gerah dengan pertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin Presiden di St Petersburgh, Selasa (9/8).

Berbagai OPINI dibangun untuk menggambarkan Erdogan telah "tunduk" pada Rusia.


Bahkan bukan hanya OPINI tulisan, tapi seorang jurnalis berkebangsaan Arab Saudi pembenci Presiden Erdogan yang berdomisili di London Inggris tega mengedit foto pertemuan Erdogan dengan Putin. Dalam foto editan tersebut terlihat Presiden Erdogan "tunduk" saat berjabat tangan dengan Putin.

Oleh kalangan pendukung/pengikut SYIAH malah dibilang "Ngemis".

Kenyataannya begitu sering Presiden Erdogan mengulang kalimat: "Kami tidak akan tunduk kepada selain Allah!"

Berikut bantahan atas foto HOAX Erdogan "tunduk" pada Putin yang banyak beredar di sosial media... terutama disebarluaskan oleh haters Erdogan dari Syiah, Liberal, dan antek Amerika yang kecewa kudeta gagal.

Silahkan lihat FAKTA berupa video saat Erdogan bertemu Putin...

[VIDEO]
Read More »

Cadas! Usai Bertemu Putin, Erdogan Langsung Ultimatum AS


Pasca pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di St. Petersburgh, Selasa (9/8), Erdogan makin berani menantang AS.

Presiden Recep Tayyip Erdogan memberi ultimatum kepada AS dan mengulang permintaan Ankara untuk ekstradisi Fetullah Gulen, yang dituduh mendalangi kudeta 15 Juli lalu.

“Cepat atau lambat, AS akan membuat pilihan. Entah Turki atau FETO (kelompok Fetullah Gulen),” kata Erdogan Rabu (10/8).

“Entah teroris perencana kudeta (FETO) atau negara demokrasi Turki. Hal ini akan menjadi pilihan (AS),” katanya, mengacu pada pimpinan Organisasi Teroris Fetullah Gulen (FETO) bahwa Ankara mengatakan upaya kudeta berdarah telah direncanakan melalui oknum dalam militer.

Erdogan menyampaikan pernyataan itu saat berpidato dihadapan lautan massa di depan Istana Presiden di ibukota Ankara.

[video]




Erdogan juga mengumumkan bahwa pertemuan massa di Ankara itu adalah malam terakhir dari aksi unjuk rasa pro-demokrasi yang telah digelar rakyat Turki sejak 15 Juli. Setelah ini, kehidupan di Turki akan berjalan normal kembali.



Pertemuan harian, yang telah menarik ratusan ribu orang yang ingin menunjukkan oposisi mereka terhadap kudeta 15 Juli itu, memuncak pada Minggu dalam lautan manusia di Istanbul. Diperkirakan, 5 juta orang telah hadir, menurut pejabat setempat.

Erdogan memperingatkan warga, untuk tetap selalu waspada. Ia mengatakan, “pengkhianatan bisa datang dari mana saja dan oleh siapa saja. Ia juga menyarankan bahwa tidak ada perbedaan antara kelompok-kelompok teroris, seperti PKK, Daesh (ISIS) dan kelompok FETO Fetullah Gulen yang berbasis di AS.

“Mereka yang mengikuti dukun berbasis di Pennsylvania yang menjual jiwanya kepada setan, atau Daesh, yang menumpahkan darah Muslim, atau PKK yang juga telah menumpahkan darah selama 30 tahun untuk membagi negara dan bangsa, semua akan kehilangan pada akhirnya,” ungkapnya.

Erdogan menekankan slogannya: “satu bangsa, satu bendera, satu tanah air, dan satu negara.”


Tentang pemulihan kemungkinan hukuman mati di Turki bagi mereka yang terlibat dalam kudeta, Erdogan menegaskan pendiriannya bahwa keputusan akan diserahkan kepada anggota parlemen Turki di parlemen. Ia mengatakan akan menyetujui pemberlakuan kembali hukuman mati jika parlemen menyetujui.

Hukuman tersebut dapat dikenakan pada Gulen juga, yang dituduh memimpin kampanye lama untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi dan peradilan, membentuk apa yang dikenal sebagai “negara paralel”.

Pemerintah Turki mengatakan kudeta, yang mengakibatkan 240 orang tewas dan hampir 2.200 terluka, dilakukan oleh pengikut Gulen, yang telah tinggal di pengasingan Pennsylvania sejak tahun 1999.

“Kami pasti akan memanggil pembunuh untuk memperhitungkan [atas kejahatan mereka]. Kami akan menjatuhkan hukuman terberat,” kata Perdana Menteri Binali Yildirim, yang mengambil panggung Rabu malam untuk mengatasi kerumunan sebelum Erdogan.

Memuji Turki sebagai “pahlawan demokrasi,” Yildirim menambahkan, “Komplotan kudeta percaya bahwa mereka akan mengalahkan bangsa, tetapi mereka keliru.”


Pada malam upaya kudeta, Erdogan mendesak warga Turki untuk turun ke jalan menentang kudeta. Panggilan itu mendapatkan respon yang luar biasa. Ribuan orang turun ke jalan untuk menentang tank dan peluru di kota-kota besar dan jutaan orang mengambil bagian dalam demonstrasi anti-kudeta di seluruh negeri. (Zaman Al Wasl/Kiblat/CCTV)


Read More »

Surat Erdogan & Luluhnya Putin, Bikin AS-UE Cemas


by @hasmi_bakhtiar
(S2 Hub. INternasional, Lille, Perancis)

1. Haters Erdogan di Indo ini bener2 cerdas yah, bukannya mengkritisi isi pertemuan Putin-Erdogan, malah sibuk ngutak ngatik foto hoax :D

2. Kalau mau ngeliat siapa yang 'lemah', lihat hasil kesepakatannya apa. Kalau ada celah langsung hantam, bukan ngutak ngatik pict hoax.

(HOAX)


(ASLI)

3. Pertemuan Erdogan-Putin itu bukan pertemuan Jokowi-Megawati, yang kalo ga cium tangan terancam ga jadi presiden:)

(ASLI atau HOAX?)

(ASLI atau HOAX?)

4. Gw sering twit tentang lika-liku hubungan Turky-Rusia, cuma memang beberapa hari belakangan terutama pasca kudeta banyak hal baru terjadi.

5. Yang harus kita pahami, Erdogan datang bukan untuk meminta restu kepada Putin, tapi menawarkan kerja sama yang juga Putin butuh.

6. Sikap awal Erdogan terhadap kesombongan pesawat Rusia yang masuk wilayah Turky sudah jelas, sikat habis!

7. Yang dapet copy-an surat Erdogan utk Putin ttg pemulihan hubungan Turky-Rusia coba baca bahasa yg dipakai Erdogan. Di sana ga ada minta maaf.

8. Gw dapet copy-an surat itu dari teman di Rusia. Dalam surat yang berbahasa Rusia tsb sama sekali ga ada kata2 meminta maaf dari Erdogan.

9. Yang ada kata 'menyesalkan' dan 'menyantuni' keluarga si pilot, bukan minta maaf dan ganti rugi.

10. Kabarnya Erdogan menyewa ahli bahasa Rusia terkenal untuk meracik bahasa dalam surat tersebut. Hasilnya? Berhasil, Putin jinak.


11. Bahkan surat tsb bisa sampai ke meja Putin punya kisah sendiri, kurirnya itu 2 orang presiden dan satu konglomerat.

12. Surat 'ajaib' itu jadi awal luluhnya Putin dan awal mulainya babak baru hubungan Rusia-Turky.

13. Berawal dari surat itu juga Erdogan dan Putin membicarakan hubungan yang lebih serius, terutama ttg ekonomi dan politik.

14. Dosen gw kemaren nanya, kenapa kamu yakin banget pertemuan Erdogan-Putin asasnya kerja sama, bukan pertemuan antara tuan dan jongos?

15. Menurut doi, bagaimana pun Rusia dan Putin itu udah kenyang makan politik, sedangkan Erdogan dan Turky baru 10 tahunan.

16. Gw jawab: Banyak makan kalau ga bergizi percuma. Buktinya Putin dikadalin Iran dan Erdogan berhasil keluar dari perangkap Amrik.

17. Kenapa gw yakin kedekatan Rusia-Turky ini akan membuat peta baru di kawasan?

18. Pertama, Putin merasa dikadalin Iran yang sudah dianggap Rusia sbg kekasih sejati selama ini.

19. Dalam beberapa kasus terakhir Iran justru menelikung Rusia terutama ttg masalah minyak dan gas. Iran ga mau berbagi jatah dengan Rusia.

20. Lebih sakitnya lagi, Iran justru bermain mata dengan Amrik dan UE yang jelas musuh Rusia berebut pengaruh di kawasan.

21. Cuma gw ga bakal ngebahas sisi ekonomi, politiknya lebih menarik buat gw karena dari situ kesepakatan ekonomi lahir.

22. Kedekatan Iran dg Amrik membuat Putin merasa dikhianati, padahal Putin sudah keluar duit banyak buat ngamanin posisi Iran dr serangan Saudi.

23. Alasan kedua, Turky saat ini adalah 'jantung' kawasan dan rakyat arab. Untuk merebut hati rakyat arab lebih membutuhkan Turky timbang Saudi.

24. Jika Putin masih setia kpd Iran maka tidak lama lagi kekuatan politik dan dkonomi Rusia akan tumbang, ini yang diinginkan Amrik dan UE.

25. Adapun Turky juga butuh dukungan Rusia yang masih memiliki warisan pengaruh kuat di kawasan.

26. Erdogan ga bakal bisa tenang melakukan pembersihan di internalnya sendiri terutama di tubuh militer tanpa dukungan Rusia.

27. Kapan pun Amrik dan UE bisa menyerang langsung ke internal Turky dengan alasan HAM dan alasan lainnya yang mereka buat sendiri.

28. Kudeta militer tempo hari Amrik sudah menyerang langsung, hanya tidak diakui terang2an.

29. Dan menghadapi serangan tsb Erdogan butuh Putin, dan terbukti ampuh. Kudeta gagal dan Rusia salah satu alasan kegagalan tsb.

30. Turky ga bisa berdiri kuat dg hanya mengandalkan kekuatan internal karena kudeta kemaren itu sejatinya perang yang disponsori negara2 kuat.

31. Lalu, dimana posisi negara arab? Mereka sedang bermimpi di dalam perang saudara. Hanya Qatar yang bisa dijadikan kawan oleh Turky.

32. Adapun Saudi hanya mampu diandalkan jika bicara duit dan senjata, mengharapkan dukungan politik Saudi saat ini hampir mustahil.

33. Menghadapi konspirasi yang dilakukan Iran dan Israel di sisi lain, Turky butuh dukungan Rusia. Makanya syarat yang diajukan Turky adalah..

34. ...segera Rusia putus hubungan dg Iran kemudian kita kuasai kawasan.

35. Erdogan menawarkan solusi kpd Rusia untuk keluar dari posisi sulit yang dialami Rusia saat ini.

36. Dan Putin ga bego, dia tau mana tawaran menguntungkan mana gombal yang selama ini dia terima dari Iran.

37. Simple-nya Turky bilang ke Rusia: terima tawaran ini nanti kita kuasai kawasan dengan cara yang sudah dipersiapkan Turky.

38. Kalau ga mau, yah siap2 aja kerugian yang jauh lebih besar buat Rusia.

39. Kenapa Turky berani bilang kaya gitu ke Rusia? Karena Turky masih punya opsi lain.

40. Jika Rusia menolak maka Turky bisa saja menggantungkan hubungan dg Amrik dan UE sampai Rusia benar2 bangkrut.

41. Kenapa Amrik dan UE bakal menerima hubungan yang digantung Turky? Karena masa depan UE dan kekuatan Amrik di kawasan juga ada di Erdogan.

42. Bisa saja Erdogan sedikit melonggarkan sikap kritis kpd barat sampai Rusia bangkrut, hanya ini bukan gaya politik Erdogan.

43. Turky punya target besar, terutama ttg kelanjutan arab spring. Menggantung pada UE memang akan merugikan Rusia tapi memperlambat capaian Turky.

44. Ibarat Erdogan punya opsi jika ditolak Rusia tapi Rusia ga punya pilihan lain kecuali kerugian.

45. Ini email balasan gw ke dosen kemaren. Dosen gw yang jelas 'orangnya' UE mengamini walau nampaknya berat :D

46. Balasan dari doi: buruan balik ke Lille, lama2 tanggapan kamu ttg UE tambah nyebelin hahaha...

47. Cuma doi mengakui bahwa saat ini UE sangat cemas dg pertemuan Erdogan-Putin.

48. Hasil pertemuan Erdogan-Putin sudah semakin jelas arahnya kemana. Pertama, Turky-Rusia benar2 bikin poros baru sbg penantang Amrik-UE.

49. Kemungkinan kedua, Turky-Rusia hanya berkoalisi dalam issue2 strategis. Ini tergantung Putin bisa apa tidak menerima persyaratan dr Erdogan.

50. Tapi tentang keluarnya Turky dari NATO gw rasa sudah hampir final.

51. Tapi yang jadi masalah saat ini beberapa pemimpin UE sudah mulai risau jika Turky benar2 ngebangun poros baru.

52. Kenapa UE tetap risau padahal sudah diyakinkan Amrik?

53. UE risau bukan karena tau sifat jeleknya Amrik yang khianat, tapi lebih melihat kekuatan Turky yang benar2 sudah di luar kendali.

54. Bahkan keamanan Eropa sekarang bisa dikatakan bersandar kepada Turky.

55. Makanya gw nyengir kalo ada pengamat yang bilang Erdogan lebih butuh Putin atau malah jadi jongosnya Putin. Ini politik sangat rumit, kawan.

56. Sekian.


Read More »

Islam di Tangan Erdogan


Islam di Tangan Erdogan

Oleh: Ahmad Syafii Ma'arif*

Sekalipun sekularisme Kemalis masih didukung oleh elit militer yang kaku dan keras kepala plus beberapa partai politik, sebagian besar rakyat Turki tampaknya sudah semakin muak dengan budaya politik yang serba duniawi lagi korup itu. Sekiranya rezim sekuler yang berdiri pada 29 Oktober 1923 mampu membawa Turki menjadi bangsa dan negara maju yang adil, tantangan populis terhadapnya tidak akan sehebat dan sedahsyat seperti sekarang ini. Sejarah belum tentu akan menyambut kedatangan Erdogan (Recep Tayyip Erdogan) dengan sikap penuh simpati. Di tangan Erdogan kita berharap bahwa Islam memberi solusi terhadap berbagai masalah domestik dan global dalam upaya membangun peradaban yang asri, bukan untuk menakuti dunia dengan membangun rezim primitif yang mengatasnamakan Tuhan.

Sebenarnya sudah sejak tahun 1950, 12 tahun pasca Kemal Ataturk (w। 1938), sebagian rakyat Turki yang 97% Muslim itu mulai bertanya mengapa mereka dipisahkan dengan Islam sebagai agama dan kekuatan kultural. Islam sudah mengakar dalam jiwa bangsa Turki selama rentang kurun yang panjang, sejak sekitar abad ke-10, pada saat Imperium 'Abbasiyah (749-1258) mulai melemah. Palu godam terakhir dipukulkan oleh Hulagu atas kota Baghdad pada 1258 yang menyudahi karier imperium yang sudah membusuk itu untuk selama-lamanya. Pewarisnya yang paling perkasa adalah Imperium Turki Usmani (1299-1924) yang bertahan hampir tujuh abad. Banyak catatan yang dapat direkam tentang imperium ini, baik yang mulia maupun yang keji. Yang mulia tidak akan diturunkan di sini, tetapi yang keji perlu diingat, agar kekuasaan yang dikaitkan dengan Islam harus bersikap ekstra hati-hati dengan agama ini. Erdogan dan partainya AKP (Adalet ve Kalkinma Partisi/Partai Keadilan dan Pembangunan) harus bijak melangkah. Mereka harus belajar dari kelampauan secerdas mungkin.

Di antara kekejian yang mencoreng Imperium Turki Usmani adalah kelakuan Sultan Selim I (1512-1520), sultan ke-9, yang diberi julukan Yavuz (kejam dalam bahasa Turki). Demi kelangsungan dinasti Usmani, Selim tega membunuh dua saudara dan beberapa anak kandungnya sendiri untuk melapangkan jalan bagi anaknya yang lain, Sulaiman I (1520-1566) yang kemudian dikenal sebagai Sulaiman yang Agung. Di bawah Sulaiman, Turki Usmani mencapai puncak kejayaannya, kemudian imperium yang sudah lelah ini redup secara berangsur tetapi pasti sampai lenyap pada 1924. Demi simpati berat saya kepada Erdogan, kekejaman Selim di atas jangan sampai hilang dari memori agar tidak sampai terulang, apa pun bentuk modernnya kekejaman itu, pada saat Islam sedang menjadi simbol politiknya. Jiwa saya akan memberontak sangat keras jika pembunuhan dan kekerasan politik terjadi lagi pada saat Islam mulai bernafas di Turki setelah sekian lama dipisahkan dari ruang publik.

Erdogan tentu menyadari bahwa perhatian dunia sedang tertuju kepadanya. Keberhasilannya membawa Islam ke panggung politik melalui proses demokrasi akan membelalakkan mata publik: ternyata Islam di tangan Erdogan adalah sebuah Islam yang ramah dan percaya diri, bukan Islam yang layak dimasukkan ke dalam museum sejarah. Saya sadar sepenuhnya dengan ungkapan yang digunakan ini. Bukan untuk apa-apa, tetapi karena saya hampir kehilangan kepercayaan pada rezim yang membawa-bawa Islam hanya sebagai tameng demi menutupi ambisi kekuasaan yang sering a-moral. Erdogan tampaknya berbeda.

Siapa Erdogan? Politisi kelahiran 1954 dan jago bola ini adalah sarjana manajemen dari Universtas Marmara, Istanbul. Tahun 1970 dalam usia belia ia sudah terjun ke dunia politik lewat MSP (Milli Selamet Partisi/Partai Orde Nasional) pimpinan Dr Necmettin Erbakan, sebuah partai yang dicurigai militer karena dianggap anti sekularisme. Kemudian terjadi kudeta militer tahun 1980. Rezim berkuasa melarang semua parpol. Saat itu Erdogan bekerja pada Otoritas Transportasi Istanbul. Aneh bin ajaib, bosnya menyuruh Erdogan mencukur kumisnya karena dikatakan berbau Islam. Erdogan menampik, lalu ia ke luar untuk kemudian memasuki dunia bisnis dan politik. Sekularisme Turki ternyata juga mengurus kumis, tetapi gagal mengurus kemakmuran rakyat.

Tahun 1983 saat angin demokrasi bertiup di Turki, Erdogan menyertai partai RP (Refah Partisi/Partai Kemakmuran), juga pimpinan Erbakan. Tahun1994 Erdogan terpilih jadi wali kota Istanbul, sebuah kota metropolitan terbesar dengan pernduduk sekitar 10 juta. Karena RP selalu dicurigai politisi sekuler, maka pemerintah membubarkan RP. Erdogan dianggap dapat menggoncangkan bangunan sekularisme setelah ia membacakan puisi yang bernuansa Islam. Dia ditangkap kemudian dihukum 10 bulan, tapi entah apa sebabnya tiba-tiba dikurangi menjadi empat bulan. Sebagai politikus berbakat dan cerdik, setelah pembebasannya Erdogan tidak menyia-nyiakan peluang politik yang semakin terbuka. Pada tahun 2001 partai baru AKP dibentuknya, sebagaimana telah sedikit disinggung di atas. Ibarat menjolok buah ranum yang hampir jatuh, dalam pemilu Nopember 2002 AKP ke luar sebagai pemenang dengan meraup 363 dari 550 kursi kursi yang tersedia di parlemen.

Dunia sekuler Turki sempoyongan.Tetapi selalu saja dicegah agar Erdogan jangan sampai menjadi perdana menteri dengan mengaitkan dosa baca puisi yang dianggap anti sekuler itu. Tetapi Erdogan tidak kehilangan akal. AKP cepat mendukung upaya amendemen konstitusi yang membuka jalan baginya untuk jadi perdana menteri, dan berhasil. Bulan Maret 2003 ia dilantik jadi perdana menteri. Popularitasnya semakin berkibar tak terbendung lagi. Dalam Pemilu Juli 2007 untuk kedua kalinya AKP meraih kemenangan dengan 341 kursi di parlemen. Harapan kita agar tokoh berkumis ini padai-pandai meniti buih agar selamat membawa Islam sampai ke seberang. Di tangan Erdogan Islam menawarkan solusi, bukan slogan formalisme seperti yang diusung oleh berbagai kelompok yang buta realitas. Selamat Erdogan, tidak mudah bagi anda menghapus citra Islam yang dituduh orang sebagai agama anti demokrasi. You are on the right track, for sure!

Jogjakarta, 27 Juli 2007

*Sumber: Arsip Majalah Gatra Nomor 39


Read More »

Jawaban Untuk Para Pembenci Erdogan


Oleh: Muhammad bin Nashir al-Hazimi

Aku heran dengan kelakuan sebagian orang yang kuat dalam berislam dan padanya ada kebaikan. Mereka menyerang Erdogan dan menuduhya sebagai sekuleris. Maka aku katakan pada mereka:

(1) Wajib untuk kita membedakan antara HARUS untuk dikerjakan dan MEMUNGKINKAN untuk dikerjakan.

(2) Erdogan mewarisi pemerintahan Turki yang sedemikian sekuler selama masa 70 tahun hingga masyarakat DIPAKSA hidup dalam kekufuran. Dan inilah realita yang nyata yang Erdogan jalani.

(3) Tidak mungkin bagi seorang muslim yang taat dalam waktu sebelum 10 tahun terakhir (saat itu) untuk menunjukkan identitas keislamannya secara terang-terangan kecuali ia harus berhadapan dengan penjara.

Maka dalam keadaan terpaksalah Erdogan mengakui dirinya seorang sekeluris. Allah SWT yang akan menilai niatnya, dan apa yang dilakukan untuk agamanya. Erdogan telah mengubah Turki dari kekufuran di bawah paksaan menjadi kufur karena pilihan (negara tidak ikut campur-ed). Hingga orang-orang yang taat dengan keislamannya menjadi mendapatkan kemerdekaannya.

Adapun sekarang setelah Erdogan meraih kekuasaan, iapun menyatakan diri sebagai murid dari Najmuddin Erbakan. Semua pun tahu siapa beliau. Hari ini Erdogan berbahagia dengan dibangunnya masjid-masjid, maraknya halaqah-halaqah penghafal Alquran, dan pusat-pusat kajian keislaman.

Sesungguhnya Erdogan bergerak dengan kecerdasannya. Hingga ia bisa memberikan manfaat untuk agama dan ummatnya.

(Erdogan adalah) Seorang laki-laki yang jika engkau melihatnya saat shalat (dengan penuh khusyu'), sehingga engkau tidak akan percaya bahwa ia adalah seorang pemimpin besar yang memiliki banyak urusan yang biasanya melalaikan seseorang dari mengingat Allah.

(Engkau dapatkan sebagian orang yang taat namun tiada kekhusyuan padanya padahal ia hanya punya sedikit urusan, bahkan sebagian lagi enggan berjamaah di masjid).

Inilah yang membuat Erdogan dicintai rakyatnya.

Akupun merasa Erdogan lebih taat dari kebanyakan orang yang taat, juga lebih besar semangatnya untuk memperjuangkan Islam.

Dia mewarisi kesepakatan-kesepakatan Turki masa lalu (sejak era Ataturk) dengan Eropa dan Israel, yang ini sangat memberatkan hatinya. Namun ia adalah pemimpin yang bijak, menempatkan sesuatu dengan pertimbangan yang jernih. Ia terus berusaha untuk mengangkat belenggu penjajahan Yahudi di atas Palestina, terutama Gaza.

Aku berbicara banyak hal tentang kepemimpinan Turki saat ini. Dengan sigapnya mereka dalam membantu proyek-proyek keummatan, dan ikut memberi solusi mengatasi problema ummat Islam-Palestina, Suriah, Uyghur, Mesir, Rohingnya dan lain-lain. Ini merupakan realisasi dari ucapan Erdogan di Mahr Jan, dan aku hadir waktu itu. Ia berkata, "Kami bangga menjadi kader Najmuddin Erbakan yang telah berencana untuk mengabdi demi kepentingan bangsa Turki dan kaum muslimin."

Dari sinilah Erdogan akan menjalankan proyek keummatan meski jalan di hadapannya masihlah panjang.

(Penerjemah: Ihsanul Faruqi)

Sumber: Risalah.Tv


Read More »

Pidato Heroik Erdogan Dihadapan Rakyat Turki yang Telah Gagalkan Kudeta Militer


[beritanews33.blogspot.com] Pagi ini, Sabtu, 16 Juli 2016, Erdogan berpidato di hadapan ribuan massa yang merebut kembali bandara internasional Ataturk Istanbul, bandara terbesar di Turki yang sebelumnya dikuasai tentara kudeta.

Dalam pidatonya Erdogan atas nama pribadi dan rakyat Turki menyampaikan terimakasih kepada rakyat yang telah menunjukkan jiwa dan aksi kepahlawanan melawan kelompok yang berusaha mengkudeta keinginan rakyat.

"Saudara-saudariku, saya atas nama pribadi, atas nama bangsa ini, mengucapkan terimakasih atas aksi heroik yang kalian perlihatkan. Saudara-saudari tercinta, kita semua bersama dalam perjalanan suci ini."

"Dalam perjalanan ini, ketundukan, penghambaan hanya ada kepada Allah. Mereka yang menghamba kepada hamba, menghamba kepada kepentingan, dengan menyusup ke dalam tubuh militer kita yang bersih, lewat apa yang mereka lakukan pada pasca 17-25 Desember, lewat apa yang mereka lakukan (kudeta) tadi malam, mereka menampakkan diri mereka sebenarnya."

"Kemarin sore, mereka memperlihatkan teror dalam arti sebenrnya. Begitu rendahnya mereka ini, senjata, tank dan helikopter yang dibeli dengan hasil keringat rakyat, mereka todongkan kepada rakyat. Pesawat F-16 terbang di langit ini, apa itu mereka beli dengan uang bapaknya?" sela Erdogan dengan keras.

Erdogan juga menyebut kelompok pengkudeta ini adalah sekelompok kecil di dalam tubuh militer. “Mereka tidak mengendalikan militer, dan mereka tidak bisa dan tidak mampu melakukannya. Pemerintah yang dipilih rakyat saat ini masih dalam tugas."

"Saya ingin kalian tahu ini. Selama nyawa ini di kandung badan, dengan kain kafan tersarung, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan untuk berdiri kokoh melawan kelompok ini.” kata Erdogan menekankan.

Dalam kesempatan ini, Erdogan juga sampaikan pesannya ke Pensilvania, kepada pimpinan kelompok yang dikenal dengan "parallel state":

“Cukup pengkhiantan yang kamu lakukan terhadap bangsa ini, terhadap ummat ini. Kalau kamu tidak bersalah, ayo balik ke negerimu. Kekuatanmu tidak akan cukup untuk mengobok negri ini dari sebuah kamar.” Serunya. (Andika Rahman Nasution)

[Berikut videonya]

Read More »
 
Wkyes